TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Memasuki awal tahun 2026, wilayah Kabupaten Tasikmalaya mulai dilanda cuaca ekstrem. Hujan lebat yang terjadi pada Minggu (4/1/2026) memicu bencana tanah longsor di Dusun Kertajaya, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya.
Longsor terjadi akibat tebing di dekat permukiman warga ambruk setelah diguyur hujan deras. Material longsoran menutup total jalan penghubung antara Dusun Kertajaya dan Dusun Citambal, sehingga akses antar kedusunan sempat terputus.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun dampaknya cukup signifikan terhadap akses dan permukiman warga.
Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!
“Tidak ada korban jiwa namun jalan penghubung antar kedusunan Kertajaya dan Citambal sempat terputus akibat tertimbun longsor,” terang Jembar, Minggu 4 Januari 2026.
Selain memutus akses jalan, material longsoran juga menyeret satu unit sepeda motor milik warga. Satu rumah dilaporkan terdampak langsung, sementara lima rumah lainnya berada dalam kondisi terancam akibat potensi longsor susulan.
Jembar menjelaskan, warga yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, termasuk ke rumah keluarga terdekat, sebagai langkah antisipasi.
Upaya penanganan dilakukan secara cepat oleh tim gabungan. Jalan penghubung antar dusun yang sebelumnya tertutup material longsor kini telah kembali dapat dilalui setelah dilakukan pembersihan.
“Kami bersama pemerintah Desa Karanglayung, kepala dusun, anggota Tagana, dan Karang Taruna terlibat dalam upaya penanganan bencana ini, sehingga kondisi jalan kembali normal,” kata Jembar.
Sementara itu, bantuan tanggap darurat bagi satu rumah yang terdampak akan disalurkan oleh Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersama pemerintah desa setempat.
“Kami menghimbau warga sekitar untuk waspada dan berhati-hati, terutama di daerah rawan longsor. Apalagi di awal tahun ini cuaca masih tidak terprediksi,” pungkasnya. (dik)
