Sementara itu, Kepala Bidang Industri Dinas Koperasi UKM, Industri, dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Emi Hermalini, mengatakan sentra kerajinan bambu Kampung Cikiray telah masuk kategori Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
“Sentra kerajinan bambu di Kampung Cikiray ini masuk ke Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM),” kata Emi.
Menurutnya, keberlanjutan kerajinan bambu di Salawu tidak lepas dari peran pengrajin yang terus melestarikan keahlian turun-temurun, serta dukungan pemerintah melalui berbagai pelatihan pengembangan produk agar sesuai dengan tren pasar.
Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!
“Pengrajin harus terus berinovasi mengikuti kemajuan zaman dan permintaan pasar. UMKM berperan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal. Produk bambu Salawu bahkan sudah masuk ke jaringan besar seperti IKEA dan Arti Kraft yang menyalurkan ke Eropa dan Timur Tengah,” jelasnya. (dik)
