Kerajinan Bambu Salawu Kabupaten Tasikmalaya Tembus Pasar Ekspor, Sempat Diborong Lesti Kejora

Kerajinan Bambu Salawu
Pengrajin Bambu Cikiray, Salawu, Elis saat menjemur rantang bambu yang banyak dipesan hingga ke luar negeri di depan kediamannya di Kampung Cikiray, Desa/Kecamatan Salawu, beberapa waktu lalu. (Diki Setiawan/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kerajinan bambu asal Kampung Cikiray, Desa/Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil menembus pasar ekspor hingga Dubai, Uni Emirat Arab, dan Malaysia.

Produk anyaman bambu tersebut tidak hanya diminati pasar luar negeri, tetapi juga memiliki permintaan tinggi di sejumlah daerah dalam negeri seperti Bandung, Bali, dan Garut.

Permintaan kerajinan bambu biasanya meningkat signifikan menjelang bulan Rajab, Sya’ban, Ramadan hingga Idul Fitri. Pada periode tersebut, produksi anyaman bambu mencapai puncaknya untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!

Ratusan warga Kampung Cikiray terlibat langsung dalam proses produksi berbagai jenis kerajinan, di antaranya tampah, wadah kue moci, pengayak, rantang, wadah tisu, hingga vas bunga. Aktivitas ini telah menjadi penggerak utama ekonomi warga setempat.

Pengrajin bambu Kampung Cikiray, Desa Salawu, Elis, menuturkan sekitar 70 persen dari hampir 500 warga kampung tersebut bekerja sebagai pengrajin bambu. Keahlian menganyam bambu diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga.

“Jadi hampir semua warga bisa menganyam, kalau bukan istrinya, ya suaminya jadi pengrajin juga. Harga produk anyaman bambu bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per buah,” ujar Elis.

Ia menjelaskan, meskipun harga satuan relatif terjangkau, pengrajin tetap bisa memperoleh penghasilan harian. Produk anyaman tersebut sebagian besar ditampung oleh pengepul dan dipasarkan ke sentra kerajinan Rajapolah, serta dikirim dalam sistem pesanan borongan ke berbagai daerah hingga luar negeri.

“Penghasilan sehari bisa puluhan ribu. Hasil kerajinan ada yang menampung dan dijual ke sentra Rajapolah, kebanyakan pesanan borongan, bahkan sekian dijual ke Garut, Bandung dan Bali, sampai juga ke Malaysia, Dubai dan Uni Emirat Arab,” terang dia.

Kerajinan bambu khas Salawu juga sempat menarik perhatian publik figur. Menjelang Idul Fitri 2025 lalu, artis dangdut Lesti Kejora diketahui memesan rantang bambu dalam jumlah besar untuk digunakan sebagai wadah kerudung.

“Kalau yang banyak dipesan ke luar negeri seperti ke Malaysia bahkan Dubai itu ada rantang bambu, booket, vas bunga hingga tempat buah, kalau Lesti pernah pesan borong rantang bambu buat wadah kerudung, buah dan parcel,” ungkap Elis.

0 Komentar