Istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Mundur dari PKK, ini Alasannya

istri wakil wali kota tasikmalaya mundur dari pkk
Rani Permayani bersama sang suami, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra. Instagram ranipermata1
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Rani Permayani, istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, memutuskan mundur dari kepengurusan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Tasikmalaya.

Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk mengikuti padatnya agenda kegiatan PKK.

Rani mengungkapkan, surat pengunduran dirinya telah dikirimkan sejak dua bulan lalu.

Baca Juga:Operasi Pencarian Bocah Tenggelam di Kota Tasikmalaya Dihentikan, Posko DibubarkanCegah Bencana Iklim, Gerindra Luncurkan Gerakan Tanam 1.000 Pohon di Kota Tasikmalaya

Namun hingga kini, surat tersebut belum ditandatangani oleh Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, Elvira Kamarrow Putri.

“Iya betul, sementara rehat dari PKK dan sudah dikirimkan surat pengunduran diri dari dua bulan lalu, tapi belum ditandatangani ibu ketua,” ujar Rani saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan, keputusan untuk rehat dari PKK juga merupakan permintaan dari suaminya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, mengingat kondisi fisiknya yang tidak stabil.

“Alasannya suami yang minta karena kondisi fisik yang sedang tidak baik-baik saja. Saya juga harus bolak-balik terapi ke Bogor, jadi tidak memungkinkan untuk berkegiatan di PKK, mengingat jadwal PKK saat ini cukup padat,” terangnya.

Meski demikian, Rani menyebut pihak Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya masih membuka ruang baginya untuk kembali aktif jika kondisi kesehatannya membaik.

“Beliau bilang kapan pun saya berkenan aktif lagi, sangat ditunggu,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra membenarkan alasan kesehatan menjadi faktor utama istrinya rehat dari kepengurusan PKK.

Baca Juga:Mikrobus Terbalik di Kota Tasikmalaya, Jalan Sewaka yang Licin Gagalkan Rencana Penumpang BerwisataTPG Guru dan Utang Belanja Jadi Sorotan Awal Tahun, BPKAD Kota Tasikmalaya Dipanggil Wali Kota

Ia menyebut kondisi sang istri cukup serius sehingga harus membatasi aktivitas.

“Istri lagi sakit, saya tidak berani spill sakitnya, lumayan parah. Kalau kecapekan itu jadi PR,” tutur Diky.

Ia menambahkan, saat ini sang istri lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan yang udaranya lebih segar sebagai bagian dari proses pemulihan.

“Makanya lebih sering di kebun karena salah satu faktor penyembuhnya udara. Walau cuma kamar di kebun, tapi sehat udaranya buat dia,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari TP PKK Kota Tasikmalaya terkait status administratif pengunduran diri Rani Permayani tersebut.

0 Komentar