Di sisi lain, perizinan mengingatkan kita pada realitas, bahkan olahraga pun tidak bisa lari dari urusan administrasi.
Padel mengajarkan refleksi mendalam yakni Lapangannya tertutup kaca supaya pemain bisa melihat pantulan diri sendiri —termasuk pantulan apakah izinnya sudah lengkap atau belum.
Di negeri ini, sering kali lapangan olahraga muncul duluan. Aturannya menyusul.
Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak
Pengawasannya datang paling belakang sambil membawa map tebal dan pulpen biru.
Yang penting masyarakat senang dulu. Soal izin, belakangan.Bukankah itu budaya?
Tapi Tasikmalaya sedang belajar. Belajar bahwa investasi sehat itu bukan cuma tentang fisik yang bergerak. Tapi juga dokumen yang lengkap.
Karena kalau lapang padel tanpa izin dianggap biasa, maka suatu hari nanti jangan kaget bila ada bandara tanpa landasan. (Firgiawan)
