BYD Geser Dominasi Tesla di Pasar Mobil Listrik Global Sepanjang 2025

Mobil Listrik
BYD Geser Dominasi Tesla di Pasar Mobil Listrik Global Sepanjang 2025
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Tahun 2025 ditutup dengan catatan positif bagi industri otomotif global. Penjualan mobil, baik berbasis mesin pembakaran internal (ICE) maupun kendaraan ramah lingkungan, menunjukkan tren yang cukup menggembirakan.

Namun, sorotan utama justru datang dari pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV), di mana terjadi pergeseran kekuatan yang cukup mengejutkan.

Untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, dominasi Tesla di pasar mobil listrik global berhasil digeser oleh produsen asal Tiongkok, BYD.

BYD Jadi Raja Baru Mobil Listrik Dunia

Baca Juga:Drama Korea IDOL I Ungkap Cuplikan Di Balik Layar Episode 5 dan 6Park Seo Joon dan Won Ji An Melancarkan Serangan Balik di Drama Surely Tomorrow

BYD tampil sangat impresif sepanjang 2025. Produsen asal Negeri Tirai Bambu ini sukses mencatatkan penjualan hingga 2,26 juta unit mobil listrik secara global.

Angka tersebut bukan hanya fantastis, tetapi juga cukup untuk menempatkan BYD di posisi teratas penjualan BEV dunia.

Sebagai perbandingan, Tesla hanya mampu menjual 418.227 unit mobil listrik dalam periode yang sama.

Selisih penjualan yang sangat jauh ini menunjukkan betapa agresif dan kuatnya strategi BYD dalam menguasai pasar global.

Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa BYD bukan lagi sekadar penantang, melainkan pemain utama yang kini memimpin industri kendaraan listrik dunia.

Tesla sebenarnya sudah lama dikenal sebagai pionir dan penguasa pasar mobil listrik global.

Selama hampir satu dekade, merek asal Amerika Serikat ini sulit ditandingi oleh kompetitor besar seperti Volkswagen maupun Toyota, berkat inovasi teknologi dan jaringan distribusinya yang luas.

Baca Juga:Drakor To My Beloved Thief Debut dengan Rating Menjanjikan, Taxi Driver 3 Cetak Rekor BaruDrama Korea Spring Fever Siap Tayang, Chemistry Ahn Bo Hyun dan Lee Joo Bin Jadi Sorotan

Namun, tahun 2025 menjadi periode yang cukup menantang bagi Tesla. Penjualan mereka tercatat mengalami penurunan, terutama di pasar-pasar kunci.

Salah satu wilayah yang paling berdampak adalah Tiongkok, pasar mobil listrik terbesar di dunia.

Di China, Tesla harus menghadapi persaingan yang sangat ketat dari produsen lokal.

Selain BYD, banyak merek domestik lain yang menawarkan beragam pilihan BEV dengan harga kompetitif, fitur lengkap, serta jaringan penjualan yang kuat, bahkan hingga ke pasar global.

Kondisi ini membuat Tesla kesulitan mempertahankan posisinya.

Konsumen kini memiliki lebih banyak alternatif kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka, sehingga dominasi Tesla pun perlahan tergerus.

0 Komentar