Uang Bisa Habis Nilainya, Ini 5 Aset Nyata yang Diprediksi Jadi Penyelamat Ekonomi 2026

Aset
Uang Bisa Habis Nilainya, Ini 5 Aset Riil yang Diprediksi Jadi Penyelamat Ekonomi 2026. Foto: youtube
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Strategi aset riil menghadapi inflasi kini bukan lagi wacana elit keuangan, melainkan kebutuhan mendesak ketika uang kertas perlahan kehilangan daya belinya menuju 2026.

Mungkin kita bisa membayangkan uang Rp100.000 yang hari ini terasa cukup, dalam beberapa tahun ke depan ternyata hanya mampu membeli kebutuhan dasar dalam jumlah terbatas.

Dilansir dari kanal Maju Satu Langkah, lonjakan harga pangan dan stagnasi pendapatan menjadi kombinasi yang diam-diam menggerus rasa aman finansial masyarakat.

Baca Juga:Honor X9D, Smartphone Midrange Tangguh dengan Performa Stabil untuk Aktivitas Sehari-hariSamsung Galaxy A17 LTE Tampil Lebih Maksimal, Smartphone Seimbang untuk Kebutuhan Harian

Inflasi bekerja tanpa suara, namun dampaknya perlahan memiskinkan mereka yang hanya mengandalkan tabungan tunai.

Banyak orang merasa aman karena saldo rekening terlihat besar, padahal nilainya terus menyusut dari waktu ke waktu.

Kondisi ini menuntut perubahan cara pandang dari sekadar menabung menuju kepemilikan aset nyata.

Sejarah selalu membuktikan bahwa krisis tidak menghancurkan semua orang, tetapi justru menguatkan mereka yang siap.

Mereka yang bertahan bukan spekulan, melainkan pemilik aset yang nilainya relevan dengan kebutuhan dasar manusia.

Inilah alasan mengapa aset tahan krisis ekonomi 2026 mulai menjadi topik serius di berbagai diskusi finansial.

Berikut adalah daftar aset yang dinilai memiliki daya tahan tinggi dan berpotensi menjadi penyangga kekayaan.

Baca Juga:Harga Emas Awal Tahun Bergerak Dinamis, Investor Perlu Cermat Membaca PeluangVivo Y31 5G: Smartphone Kelas Menengah Dengan Ketangguhan Ekstrem dan Performa Yang Efisien

1. Tanah Pertanian Produktif menjadi aset utama karena kebutuhan pangan tidak pernah berhenti.

Investasi tanah pertanian produktif memberikan keuntungan ganda berupa kenaikan nilai lahan dan arus kas dari hasil panen.

Kelangkaan lahan dan meningkatnya permintaan pangan menjadikan pemilik tanah sebagai penentu harga.

2. Komoditas Pangan Strategis seperti beras, cabai, dan bawang memiliki volatilitas yang justru menguntungkan jika dikelola dengan tepat.

Penguasaan distribusi dan penyimpanan menjadikan komoditas pangan dan energi strategis sebagai ladang nilai di masa krisis.

Saat orang menunda konsumsi barang sekunder, kebutuhan makan tetap menjadi prioritas utama.

3. Akses Air Bersih mulai berubah dari kebutuhan dasar menjadi aset bernilai tinggi.

Penurunan muka air tanah dan krisis iklim membuat lahan dengan sumber air stabil semakin langka.

Di banyak negara, hak atas air bahkan telah menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

4. Tanaman Produktif Bernilai Industri seperti jahe merah, porang, dan kelapa memberikan hasil jangka panjang.

0 Komentar