Musim panas mendatang, angkanya bahkan bisa turun menjadi €13 juta atau sekitar Rp226 miliar, batas minimum agar Inter tidak merugi.
Meski demikian, manajemen Nerazzurri ingin memaksimalkan keuntungan dan mematok harga €30–35 juta, setara Rp522–609 miliar.
Angka ini jelas memberatkan Juventus, yang tengah berhitung ketat terkait neraca keuangan dan aturan Financial Fair Play.
Baca Juga:Atalanta vs AS Roma: Banyak Pemain La Dea yang Punya Hutang Budi ke GasperiniIgli Tare Akan Temui Presiden Lazio, AC Milan Ingin Barter Ruben Loftus-Cheek dengan Mario Gila
Tawaran Juve saat ini masih sebatas pinjaman dengan hak tebus, bukan kewajiban pembelian—skema yang tidak terlalu diminati Inter, terlebih jika harus melepas pemain ke rival langsung di Italia.
Di tengah kebuntuan tersebut, Fenerbahce muncul sebagai ancaman serius.
Klub asal Istanbul itu tengah mencari tambahan amunisi untuk menjaga persaingan dalam perebutan gelar Liga Turk dengan Galatasaray yang sedang mengincar Nkunku, bintang gagal AC Milan.
Dengan dukungan finansial yang kuat, Fenerbahce dinilai mampu memenuhi tuntutan Inter, baik dari sisi nilai transfer maupun gaji pemain.
Saat ini, Frattesi menerima gaji sekitar €3 juta bersih per musim di Inter, setara Rp52 miliar.
Fenerbahce dikabarkan siap menawarkan bayaran yang lebih tinggi, sebuah faktor yang bisa menggoyahkan preferensi sang pemain untuk tetap bertahan di Italia.
Dengan Juventus terbentur finansial dan Fenerbahce datang membawa proposal konkret, masa depan Davide Frattesi kini benar-benar terbuka.
Bursa transfer musim dingin baru saja dimulai, dan saga ini berpotensi menjadi salah satu cerita paling menarik dalam beberapa pekan ke depan.
