RADARTASIK.ID – Nama Davide Frattesi dipastikan menjadi salah satu sorotan utama pada bursa transfer musim dingin.
Gelandang Inter Milan itu kini berada di persimpangan karier, seiring minimnya waktu bermain yang ia dapatkan di paruh pertama musim ini.
Situasi tersebut membuka peluang bagi sejumlah klub besar untuk bergerak, termasuk Juventus dan raksasa Turki, Fenerbahce.
Baca Juga:Atalanta vs AS Roma: Banyak Pemain La Dea yang Punya Hutang Budi ke GasperiniIgli Tare Akan Temui Presiden Lazio, AC Milan Ingin Barter Ruben Loftus-Cheek dengan Mario Gila
Jendela transfer musim dingin di Italia resmi dibuka dan akan berlangsung hingga pukul 20.00 waktu setempat pada 2 Februari 2026 mendatang.
Frattesi disebut lebih terbuka dari sebelumnya untuk meninggalkan Inter demi mencari menit bermain yang konsisten.
Faktor ini krusial, mengingat ia ingin tetap berada dalam radar pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso, menjelang kemungkinan tampil di Piala Dunia musim panas mendatang, tentu dengan catatan Italia lolos ke putaran final.
Pergantian pelatih di Inter, dengan hadirnya Cristian Chivu di bangku cadangan Nerazzurri, ternyata belum mengubah status Frattesi.
Mantan pemain Sassuolo itu masih dianggap sebagai pelapis di lini tengah. Bahkan, kembalinya Piotr Zielinski dari cedera semakin mempersempit peluangnya untuk tampil reguler.
Hingga saat ini, Frattesi baru mengoleksi sekitar 500 menit bermain di semua kompetisi—angka yang jelas jauh dari ideal bagi pemain berusia 26 tahun dengan ambisi besar.
Juventus menjadi salah satu klub yang paling serius memantau situasi ini.
Baca Juga:Acerbi Tertarik Pindah ke Arab, Inter Ngebut Datangkan Anak Buah Inzaghi di Al-HilalAS Roma Selangkah Lagi Datangkan Raspadori, Lazio Lepas Taty Castellanos ke West Ham
Sejak kedatangan Luciano Spalletti sebagai pelatih, Bianconeri disebut menjadikan Frattesi sebagai target utama untuk membentuk ulang lini tengah.
Spalletti dikenal sebagai pengagum lama gelandang kelahiran 1999 tersebut, bahkan kerap memberinya kepercayaan saat masih menangani tim nasional.
Bagi Spalletti, Frattesi adalah paket lengkap: dinamis, agresif dalam pergerakan tanpa bola, tajam dalam membaca ruang, dan memiliki naluri mencetak gol dari lini kedua.
Juve percaya kualitas tersebut bisa menjadi pembeda di paruh kedua musim, terutama dalam persaingan ketat Serie A dan upaya mengamankan tiket Liga Champions.Namun, langkah Juventus tidak akan mudah karena Inter memasang banderol tinggi untuk Frattesi.
Didatangkan dari Sassuolo pada musim panas 2023 dengan biaya €32,4 juta—sekitar Rp564 miliar—nilai buku Frattesi saat ini telah terdepresiasi menjadi sekitar €16 juta atau Rp278 miliar.
