Siapa Manor Solomon? Pemain Israel yang Dibeli Fiorentina demi Lepas dari Zona Degradasi

Manor Solomon
Manor Solomon Foto: Tangkapan layar Instagram@manorsolomon
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Fiorentina membuat kejutan di malam pergantian tahun dengan merampungkan transfer Manor Solomon.

Kepindahan pemain sayap asal Israel ini menjadi rekrutan pertama La Viola pada bursa transfer musim dingin 2026, bahkan sebelum penunjukan Fabio Paratici diumumkan secara resmi.

Langkah cepat ini menegaskan keseriusan Fiorentina untuk segera memperbaiki performa tim dan menjauh dari ancaman zona degradasi.

Baca Juga:Atalanta vs AS Roma: Banyak Pemain La Dea yang Punya Hutang Budi ke GasperiniIgli Tare Akan Temui Presiden Lazio, AC Milan Ingin Barter Ruben Loftus-Cheek dengan Mario Gila

Manor Solomon, pemain kelahiran 1999, didatangkan dari Tottenham Hotspur dan pada paruh pertama musim ini, ia bermain sebagai pemain pinjaman di Spanyol bersama Villarreal.

Setelah masa peminjamannya berakhir, Fiorentina bergerak cepat dan menyepakati transfer dengan formula pinjaman disertai opsi pembelian permanen.

Jika opsi tersebut diaktifkan, Solomon akan terikat kontrak jangka panjang hingga Juni 2030.

Meski nilai transfer resminya tidak diumumkan secara terbuka, media Italia menyebutkan bahwa opsi pembelian Solomon berada di kisaran €12–15 juta, atau sekitar Rp209–261 miliar (kurs €1 ≈ Rp17.400).

Angka tersebut dinilai cukup masuk akal untuk pemain dengan pengalaman Eropa dan usia yang masih berada di puncak perkembangan.

Solomon dikenal sebagai pemain sayap modern dengan kemampuan menggiring bola di atas rata-rata.

Bermain dengan kaki kanan di sisi kiri, ia kerap menusuk ke tengah untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain atau membuka ruang tembak.

Baca Juga:Acerbi Tertarik Pindah ke Arab, Inter Ngebut Datangkan Anak Buah Inzaghi di Al-HilalAS Roma Selangkah Lagi Datangkan Raspadori, Lazio Lepas Taty Castellanos ke West Ham

Karakteristik ini membuatnya berbeda dari opsi sayap yang selama ini dimiliki Fiorentina, sehingga kehadirannya berpotensi mengubah wajah permainan tim.

Karier profesional Solomon dimulai di negaranya bersama Maccabi Petah Tikva, sebelum namanya melesat di level Eropa bersama Shakhtar Donetsk.

Di Ukraina, ia berkembang menjadi salah satu talenta paling menjanjikan klub, tampil konsisten di liga domestik maupun kompetisi Eropa.

Namun, pecahnya perang memaksanya meninggalkan Shakhtar dan mencari tantangan baru.

Petualangannya berlanjut ke Inggris bersama Fulham, sebelum akhirnya direkrut Tottenham Hotspur sebagai bagian dari proyek jangka panjang.

Sayangnya, kariernya di Spurs kerap terhambat masalah fisik. Cedera demi cedera, termasuk cedera meniskus pada musim 2023/2024, membuat Solomon kesulitan menemukan kontinuitas permainan.

Ia kemudian dipinjamkan ke Leeds United, di mana ia menjadi bagian penting dari skuad yang sukses promosi ke Premier League pada musim 2024/2025.

0 Komentar