“Hampir dua pekan lah dibiarkan tidak menyala (mati) lampu PJU-nya, sehingga di sepanjang tanjakan gelap gulita saat malam hari,” ujarnya Kamis (01/01/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut sangat membahayakan pengendara, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat hingga truk yang melintas. Bahkan, nyaris terjadi kecelakaan antara sepeda motor dan mobil akibat kondisi jalan yang gelap.
“Kebetulan saja saat melintas sempat terjadi kecelakaan, karena kondisi jalan yang gelap meski ada lampu dari kendaraan (menyalanya kurang terang),” pungkasnya.
Baca Juga:Hendra Budiman dan Bisik-bisik yang Terlalu Besar!Pasal-Pasal Tetangga Nyusahin, Regulasi Hukum di Balik Pagar Rumah!
Saeful berharap pemerintah melalui instansi terkait segera mengecek dan memperbaiki PJU yang mati, serta tidak membiarkannya terlalu lama karena penerangan jalan sangat penting bagi keselamatan.
Sementara itu, Kepala Bidang DLLAJ Dinas Perhubungan Kota Banjar, H Wardoyo, mengatakan petugas telah melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sejumlah kerusakan pada fasilitas PJU.
“Ada sebagian kabel PJU pada putus, dan lampunya juga ada yang hilang. Sehingga PJU di sepanjang tanjakan tidak berfungsi (tidak menyala),” terangnya.
Ia menjelaskan, karena berada di jalan nasional, penanganan PJU tersebut menjadi kewenangan BPTD Kelas I Jawa Barat. Meski demikian, pihaknya telah melakukan koordinasi dan penyisiran titik-titik PJU yang mati.
“Anggota sudah menyisir titik mana saja PJU yang mati, seperti di sepanjang tanjakan Tembungkerta, sekitar asrama Polsek Pataruman dan di daerah Cijolang,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
