Pencarian Bocah 6 Tahun di Kota Tasikmalaya Meluas hingga Bendungan Leuwikeris

pencarian bocah 6 tahun di Kota Tasikmalaya
Pihak keluarga memperlihatkan pengumuman pencarian bocah 6 tahun di Kota Tasikmalaya yang hilang sejak Jumat (2/1/2026) sore. istimewa for radar tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Upaya pencarian Zaydan (6), bocah yang dilaporkan hilang di sekitar Kantor Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, terus meluas.

Tim gabungan kini menyisir hingga Bendungan Leuwikeris, yang berada di perbatasan Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, dan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis.

Koordinator Lapangan Unit Reaksi Cepat BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, mengatakan pencarian difokuskan pada alur sungai dan jaringan saluran air yang diduga menjadi jalur hanyut korban.

Baca Juga:TPG Guru dan Utang Belanja Jadi Sorotan Awal Tahun, BPKAD Kota Tasikmalaya Dipanggil Wali KotaSedekah Jumat Al-Mumtaz, Ribuan Nasi Box Disalurkan untuk Warga Kota Tasikmalaya

“Tim baru saja kembali dari Leuwikeris. Hari ini pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.30,” ujar Harisman, Sabtu (3/1/2025) sore.

Ia menjelaskan, pencarian lanjutan akan dilakukan dengan dua arah.

Tim akan menyisir dari wilayah Purbaratu ke hilir, serta dari titik awal kejadian menuju Purbaratu.

Namun hingga pencarian hari ini dihentikan, keberadaan bocah tersebut masih belum ditemukan.

Sejumlah titik saluran air telah disusuri tim, mulai dari Sungai Cibaregbeg di sekitar Jalan KHZ Mustofa, aliran sungai di Jalan Petir dekat Kampus UPI Tasikmalaya, Sungai Leuwimunding, hingga kawasan Purbaratu yang berbatasan dengan Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, mengungkapkan secara teknis aliran sungai dari lokasi awal kejadian memungkinkan korban terbawa hingga Sungai Citanduy dan berujung di Bendungan Leuwikeris.

“Jaringan aliran air itu terhubung ke HZ, Leuwimunding, Cikalang, lalu tembus ke Citanduy. Dengan kondisi kemarin, potensi air cukup besar. Curah hujan mencapai 103 milimeter dan pintu air Leuwimunding sempat melebihi batas luapan. Secara logika, bisa sampai ke Leuwikeris,” tuturnya.

Pencarian akan kembali dilanjutkan esok hari dengan menyasar jalur-jalur air yang belum terjangkau, seiring menguatnya dugaan korban hanyut mengikuti aliran sungai besar. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar