TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tasikmalaya, Jumat (2/1/2026) sore, kembali memunculkan persoalan klasik: pohon tumbang, genangan air di ruas jalan utama, hingga infrastruktur lingkungan yang ambrol.
Peristiwa ini diduga menegaskan rapuhnya sistem mitigasi bencana dan tata kota di daerah tersebut.
Di Kecamatan Indihiang, sebuah pohon tumbang tepat di Jalan Raya Indihiang, tak jauh dari Stasiun Indihiang. Pohon tersebut sempat menutup badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
Baca Juga:TPG Guru dan Utang Belanja Jadi Sorotan Awal Tahun, BPKAD Kota Tasikmalaya Dipanggil Wali KotaSedekah Jumat Al-Mumtaz, Ribuan Nasi Box Disalurkan untuk Warga Kota Tasikmalaya
Plt Kalak BPBD Kota Tasikmalaya Hanafi mengatakan laporan pohon tumbang diterima pada pukul 15.54 WIB.
Petugas BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Tim melakukan evakuasi dengan memotong pohon tumbang dan memindahkannya ke bahu jalan agar lalu lintas tidak terganggu,” ujarnya.
Setelah proses evakuasi, arus lalu lintas di sekitar lokasi kembali normal. Namun peristiwa tersebut bukan satu-satunya dampak cuaca ekstrem sore itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan Kota Tasikmalaya.
Bahkan, di Kampung Saguling, Kecamatan Kawalu, tembok penahan tanah (TPT) di salah satu kawasan perumahan dilaporkan ambrol akibat tergerus air hujan.
Situasi ini memicu kritik tajam dari Ketua Cabang SAPMA PP Kota Tasikmalaya, Muamar Khadapi yang menilai banjir dan dampak turunannya bukan sekadar bencana alam musiman, melainkan akibat langsung dari kegagalan kebijakan pemerintah daerah.
“Banjir ini bukan takdir. Ini kejahatan kebijakan. Ketika hujan turun dan kota lumpuh, yang tenggelam bukan hanya jalan dan rumah warga, tapi juga martabat pemerintahan,” tegas Muamar dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Kota Konsolidasi Internal: Puluhan Personel Naik Pangkat, Jabatan Kunci BergantiPagi Hari Awal Tahun Tanpa di Meja Dinas, ASN Kota Tasikmalaya Diajak Lari
Ia menyoroti banjir yang terus berulang di titik-titik vital seperti Jalan HZ Mustafa dan Jalan Sutisna Senjaya.
Menurutnya, narasi genangan musiman, justru menutupi kegagalan negara dalam menjalankan fungsi pencegahan dan mitigasi bencana.
Muamar juga mengkritik peran BPBD Kota Tasikmalaya yang dinilai masih dominan pada tahap respons darurat, bukan pencegahan.
“BPBD jangan hanya menjadi pencatat bencana. Seharusnya membaca risiko ke depan melalui peta rawan, sistem peringatan dini, dan langkah preventif,” sarannya.
