Allegri Ungkapkan Alasan Marahi Fullkrug di Laga Debutnya bersama AC Milan

Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Allegri juga memberikan penilaian positif terhadap lini pertahanan Milan yang dinilainya terus berkembang.

Ia menyebut beberapa nama muda dan pemain yang mulai menemukan kembali performa terbaiknya.

“Semua bek mengalami peningkatan. Bermain untuk Milan tidak pernah mudah. De Winter, Bartesaghi, Estupiñán, Tomori yang kini lebih kuat secara fisik, hingga Gabbia yang baru kembali—mereka semua berkembang, terutama dalam membaca situasi bertahan. De Winter bahkan membuang tiga bola berbahaya di kotak penalti,” ungkap Allegri.

Baca Juga:Leao Bawa AC Milan ke Puncak Klasemen, Debut Fullkrug Tuai Pujian Media ItaliaSiapa Manor Solomon? Pemain Israel yang Dibeli Fiorentina demi Lepas dari Zona Degradasi

Dalam wawancara kepada DAZN, Allegri kemudian menjelaskan secara spesifik momen yang membuatnya marah kepada Fullkrug di menit-menit akhir pertandingan.

“Di situ Fullkrug seharusnya memainkan bola ke sisi lapangan, tapi dia justru mengirim bola ke tengah. Seharusnya bola dialirkan melebar agar serangan selesai di sisi lain,” kata Allegri sambil tersenyum.

Ia menegaskan kemarahannya bukan tanpa alasan.

“Saya marah karena ketika tersisa 10 detik, Anda tidak boleh memberi lawan sepak pojok. Kalau terjadi sepak pojok, bisa muncul kemelut di kotak penalti dan itu berbahaya,” tambahnya.

Meski demikian, Allegri tetap memuji debut Fullkrug bersama Milan. Menurutnya, striker asal Jerman itu tampil sesuai harapan.

“Fullkrug masuk dengan sangat baik. Saya tidak ragu karena dia datang ke Milan dengan antusiasme dan keinginan besar. Dalam duel udara dan melindungi bola, dia sangat berguna. Dia baru bergabung, tetapi adaptasinya sangat cepat,” puji Allegri.

Allegri menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Milan masih harus terus berkembang, baik secara teknis maupun mental.

“Dalam dua laga terakhir kami tidak kebobolan dan tampil lebih rapi. Ini menunjukkan peningkatan kedewasaan tim, tapi kami masih harus banyak berkembang,” tuturnya.

Baca Juga:Palladino Tak Mau Duel Atalanta vs AS Roma Dijadikan Pertarungan Pribadi dengan GasperiniSyarat Lewandowski Gabung AC Milan: Rela Turun Gaji dan Menunggu Situasi Dusan Vlahovic

“Untuk Scudetto, tidak perlu banyak bicara sekarang. Fokusnya adalah mengumpulkan poin, finis di empat besar, dan tiba di bulan Maret dengan kondisi terbaik,” pungkasnya.

Dengan kemenangan atas Cagliari, Milan bukan hanya kembali ke puncak klasemen, tetapi juga menunjukkan fondasi mental yang mulai terbentuk di bawah kepemimpinan Allegri meski diwarnai dengan sedikit kemarahan di pinggir lapangan.

0 Komentar