TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Dugaan bocah 6 tahun hanyut terbawa arus sungai di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, kian menguat seiring tingginya debit air dan panjangnya jaringan aliran sungai yang saling terhubung hingga ke wilayah hilir.
Peristiwa hilangnya bocah tersebut terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Tasikmalaya, Jumat (2/1/2026) sore.
Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta dukungan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:TPG Guru dan Utang Belanja Jadi Sorotan Awal Tahun, BPKAD Kota Tasikmalaya Dipanggil Wali KotaSedekah Jumat Al-Mumtaz, Ribuan Nasi Box Disalurkan untuk Warga Kota Tasikmalaya
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kejadian pada malam hari dan langsung melakukan koordinasi lintas sektor, khususnya dengan BPBD, untuk pemantauan aliran sungai dan pintu-pintu air.
“Kami menerima informasi semalam. Hari ini kami berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu pemantauan di sejumlah pintu air yang berpotensi dilalui aliran,” ujar Rino, Sabtu (3/12/2025).
Menurut Rino, jika korban benar-benar hanyut, maka jalur aliran air dari lokasi awal sangat panjang dan kompleks.
Aliran di bawah Jalan Cibaregbeg, Kelurahan Tugujaya, terhubung dengan jaringan saluran lain yang melintasi sejumlah wilayah strategis di Kota Tasikmalaya.
“Dari bawah Jalan Cibaregbeg itu alirannya terhubung ke kawasan KHZ Mustofa, lalu ke Leuwimunding, Cikalang, dan akhirnya bermuara ke Sungai Citanduy hingga Leuwikeris,” terangnya.
Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya curah hujan.
Data mencatat hujan pada Jumat sore mencapai 103 milimeter.
Bahkan, di wilayah hulu, intensitas hujan dilaporkan lebih tinggi sehingga menyebabkan hampir seluruh saluran air penuh.
“Debit di pintu air Leuwimunding kemarin cukup besar, bahkan sudah melewati batas luapan. Kita ini wilayah hilir, jadi dampaknya langsung terasa,” beber Rino.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Kota Konsolidasi Internal: Puluhan Personel Naik Pangkat, Jabatan Kunci BergantiPagi Hari Awal Tahun Tanpa di Meja Dinas, ASN Kota Tasikmalaya Diajak Lari
Arus sungai yang deras dan debit air yang meningkat signifikan dinilai sangat berisiko, tidak hanya menyeret material, tetapi juga manusia yang berada di sekitar aliran sungai.
Untuk itu, petugas pintu air diterjunkan guna bersiaga dan membantu mempersempit area pencarian.
“Petugas ada yang standby di pintu air masing-masing, ada juga yang membantu langsung tim BPBD di lapangan,” tambahnya.
