RADARTASIK.ID – Penurunan harga poco m7 pro 5g membuat smartphone ini kembali relevan sebagai opsi rasional bagi pengguna yang menginginkan perangkat seimbang di tengah tren kenaikan harga ponsel 2025.
Fenomena turunnya banderol di kelas menengah bukan sekadar soal diskon, melainkan sinyal perubahan strategi produsen untuk tetap kompetitif di pasar yang semakin sensitif terhadap harga.
Saat banyak merek lain justru menaikkan harga, kondisi ini mendorong konsumen menilai ulang apakah spesifikasi menengah masih cukup untuk kebutuhan harian yang semakin beragam.
Baca Juga:Tecno Pova Slim 5G Membuka Tren Baru Smartphone Ultra Slim Tanpa Mengurangi Daya Tahan BateraiDeretan HP Transsion Holdings Awal 2026, Strategi Baru Infinix Membaca Arah Pasar Midrange
Kini harga poco m7 pro berada di kisaran Rp2,4 juta dan bahkan bisa turun mendekati Rp2 juta saat promo, menjadikannya salah satu pilihan paling agresif di kelasnya.
Penyesuaian harga tersebut memunculkan kembali diskusi soal nilai guna, terutama bagi pengguna yang sebelumnya ragu karena sejumlah fitur yang dipangkas dari generasi sebelumnya.
Pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan poco m7 pro menjadi semakin relevan karena konsumen kini lebih fokus pada efisiensi fungsi dibanding sekadar spesifikasi di atas kertas.
Dalam konteks pasar saat ini, perbandingan poco m7 pro dan m6 pro juga semakin sering muncul karena ketersediaan model lama yang menipis dan sulit ditemukan dalam kondisi baru.
Kenaikan biaya produksi chipset global turut memengaruhi keputusan beli, sehingga konsumen cenderung memilih perangkat yang menawarkan keseimbangan antara performa dan harga.
Dari sisi paket penjualan, Poco tetap mempertahankan pendekatan praktis dengan menyertakan charger 45 watt, casing, dan kabel USB Type-C tanpa biaya tambahan.
Pendekatan desain dua warna dengan finishing matte memberikan kesan modern sekaligus fungsional karena lebih tahan terhadap bekas sidik jari dalam penggunaan sehari-hari.
Baca Juga:Prediksi Harga Emas 2026 Bikin Was-Was, Apa Dampaknya Pada Ekonomi?Oppo Pad 5 Tancap Gas di Kelas Atas, Tablet Yang Dirancang Untuk Produktivitas
Meski ada kritik karena absennya kamera ultrawide, Poco tampaknya lebih fokus pada pengalaman inti yang dianggap paling sering digunakan pengguna.
Layar AMOLED Full HD+ 120 Hz menjadi salah satu nilai jual utama karena mampu menghadirkan visual tajam, cerah, dan responsif untuk konsumsi konten maupun scrolling panjang.
HyperOS 2 berbasis Android 15 berjalan cukup stabil, walau pengguna masih perlu membersihkan aplikasi bawaan agar ruang penyimpanan bisa dimaksimalkan.
