Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Tasikmalaya Tembus 30 Ribu, Pantai Karangtawulan Paling Banyak Dikunjungi

Objek Wisata Gunung Galunggung
Para wisatawan saat berendam di kolam renang Cipanas Galunggung saat libur Nataru 2025, Jumat 2 Januari 2026. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya mencatat total kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 mencapai 30.061 orang.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode Nataru 2024 yang tercatat sebanyak 29.534 kunjungan.

Kepala Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Drs Aam Rahmat Slamet, MPd didampingi Sekretaris Disparpora H Dodi Ajat Sudrajat SE MSi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, peningkatan kunjungan tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah.

Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!

“Sejumlah objek wisata mengalami kenaikan signifikan, sementara beberapa destinasi justru mencatat penurunan jumlah pengunjung,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar, Jumat (2/1/2026).

Dodi memaparkan, lonjakan kunjungan tertinggi secara jumlah terjadi di Pantai Karangtawulan. Pada periode Nataru 2024, destinasi ini dikunjungi 3.200 wisatawan, kemudian meningkat menjadi 4.975 wisatawan pada Nataru 2025 atau naik sekitar 55 persen.

Kenaikan juga tercatat di Pantai Sindangkerta dengan pertumbuhan 43 persen, dari 2.325 kunjungan pada 2024 menjadi 3.330 kunjungan pada 2025. Tren positif serupa terjadi di Cipanas Cipacing yang mencatat kenaikan 54 persen, dari 518 pengunjung menjadi 800 pengunjung.

Sementara itu, Situ Sanghyang mencatat peningkatan paling drastis secara persentase, yakni naik 129 persen, dari 90 kunjungan pada Nataru 2024 menjadi 206 kunjungan pada Nataru 2025.

Namun demikian, tidak semua destinasi wisata menunjukkan tren pertumbuhan. Cipanas Galunggung yang masih menjadi destinasi dengan jumlah pengunjung terbanyak justru mengalami penurunan sekitar 3 persen, dari 12.585 kunjungan pada 2024 menjadi 12.145 kunjungan pada 2025.

Penurunan juga terjadi di Lembaga Konservasi dan Wisata (LKZ) Pamijahan sebesar 21 persen, serta Pantai Cipatujah yang turun sekitar 11 persen.

Menurut Dodi, fluktuasi jumlah kunjungan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kondisi cuaca, pola liburan masyarakat, serta semakin beragamnya pilihan destinasi wisata.

Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di TasikmalayaAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Lakukan Pengawasan Pemerintahan dengan Temu Warga: Pajak Kembali untuk Rakyat

“Secara total kita masih bersyukur karena kunjungan wisata selama Nataru 2025 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya,” bebernya.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata Kabupaten Tasikmalaya masih diminati wisatawan. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan, khususnya terhadap destinasi yang mengalami penurunan kunjungan.

Dengan capaian tersebut, Disparpora Kabupaten Tasikmalaya optimistis sektor pariwisata dapat terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama yang berada di sekitar destinasi wisata unggulan daerah.

0 Komentar