RADARTASIK.ID – Dinamika bursa transfer Januari Serie A kembali mempertemukan dua figur lama di meja negosiasi.
Igli Tare dan Claudio Lotito dijadwalkan akan bertemu dalam waktu dekat untuk membahas sejumlah kemungkinan transfer yang melibatkan AC Milan dan Lazio.
Namun kali ini, situasinya berbeda. Jika sebelumnya Tare bertindak sebagai direktur olahraga Biancocelesti, kini ia duduk di sisi seberang meja sebagai perwakilan Rossoneri.
Baca Juga:Acerbi Tertarik Pindah ke Arab, Inter Ngebut Datangkan Anak Buah Inzaghi di Al-HilalAS Roma Selangkah Lagi Datangkan Raspadori, Lazio Lepas Taty Castellanos ke West Ham
Pertemuan tersebut diprediksi tidak akan berlangsung sederhana. Dua nama besar muncul sebagai topik utama pembicaraan: Mario Gila dan Ruben Loftus-Cheek.
Kedua pemain ini berpotensi menjadi bagian dari skema pertukaran yang saling menguntungkan, di tengah kebutuhan mendesak kedua klub akan keseimbangan skuad.
Dari kubu AC Milan, permintaan Massimiliano Allegri sudah jelas sejak awal musim.
Pelatih Rossoneri itu menginginkan tambahan bek tengah untuk memperluas rotasi dan menghindari solusi darurat yang berisiko.
Allegri tidak ingin terus bergantung pada eksperimen, seperti memaksakan Bartesaghi sebagai bek tengah atau memainkan pemain muda yang belum sepenuhnya matang seperti Odogu dalam laga-laga krusial.
Dalam konteks ini, Mario Gila muncul sebagai target utama. Bek asal Spanyol tersebut sudah lama masuk radar Milan.
Kontraknya bersama Lazio akan berakhir dalam 18 bulan, tepatnya pada Juni 2027, dan hingga kini belum ada tanda-tanda perpanjangan.
Situasi ini membuat Gila terbuka terhadap opsi pindah.
Baca Juga:Lini Depan AC Milan Gawat Darurat, Allegri Berharap Fullkrug Bisa Tampil Lawan CagliariChelsea Pecat Maresca, Peluang AC Milan dan AS Roma Datangkan Axel Disasi Meredup
Tare mengenal betul profil sang pemain dan disebut telah menjalin komunikasi dengan agen Gila.
Tantangan terbesarnya adalah meyakinkan Claudio Lotito agar tidak mematok harga terlalu tinggi, sesuatu yang kerap menjadi ciri khas Presiden Lazio.
Sementara itu, Lazio juga memiliki kepentingan sendiri.
Setelah jendela transfer musim panas lalu berjalan terbatas akibat kendala regulasi FIGC, Biancocelesti berambisi menjadikan bursa Januari sebagai momen untuk memperkuat tim.
Maurizio Sarri, yang kembali memimpin Lazio, berharap mendapatkan tambahan kualitas di lini tengah. Nama Ruben Loftus-Cheek menjadi impian sang pelatih.
Sarri sangat mengenal Loftus-Cheek sejak masa kebersamaan mereka di Chelsea.
Di bawah asuhan Sarri, gelandang Inggris itu tampil konsisten dan menemukan peran ideal sebagai gelandang box-to-box.
