Dari Desa Sleman, Pasutri Difabel Ini Bangun Peternakan Telur Omega Bernilai Ekonomi Tinggi

Peternakan
Dari Desa Sleman, Pasutri Difabel Ini Bangun Peternakan Telur Omega Bernilai Ekonomi Tinggi. Foto: youtube
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kisah peternakan ayam umbaran ramah difabel ini membuktikan bahwa dari desa sederhana bisa lahir model usaha ekonomi yang sehat, inklusif, dan bernilai tinggi bagi masyarakat luas.

Cerita inspiratif ini dilansir dari kanal Oasis yang menyoroti langsung praktik usaha dan perjuangan pasangan difabel Pak Eko dan Bu Sudaryanti dalam membangun peternakan telur omega.

Di tengah tantangan ekonomi desa, keduanya justru memilih jalur berbeda dengan membangun usaha berbasis kesejahteraan ayam dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:Poco M7 Pro 5G Turun Harga, Pilihan Masuk Akal di Tengah Pasar Smartphone yang Kian MahalTecno Pova Slim 5G Membuka Tren Baru Smartphone Ultra Slim Tanpa Mengurangi Daya Tahan Baterai

Sistem kandang umbaran dipilih agar ayam dapat bergerak bebas, tidak stres, dan hidup sesuai naluri alaminya.

Pendekatan ini berdampak langsung pada kualitas telur yang dihasilkan serta kondisi kandang yang tidak berbau dan lebih ramah lingkungan.

Ayam diberi pakan berbasis nabati yang diperkaya herbal seperti jahe dan empon-empon untuk menjaga kesehatan secara alami.

Dari pola pemeliharaan tersebut lahirlah telur omega berkualitas tinggi yang aman dan sehat dikonsumsi berbagai kalangan.

Produk ini kemudian dikenal sebagai telur fungsional bebas e coli karena telah melalui uji laboratorium Universitas Gadjah Mada secara berkala.

Keunggulan lain dari usaha ini adalah kestabilan harga telur yang tidak mengikuti fluktuasi pasar konvensional.

Telur dijual per butir dengan harga yang konsisten, sehingga peternak memiliki kepastian pendapatan dan konsumen mendapatkan transparansi nilai.

Baca Juga:Deretan HP Transsion Holdings Awal 2026, Strategi Baru Infinix Membaca Arah Pasar MidrangePrediksi Harga Emas 2026 Bikin Was-Was, Apa Dampaknya Pada Ekonomi?

Melalui merek Telur Mufam, hasil produksi kini dipasarkan ke rumah sakit, dinas kesehatan, dan masyarakat umum.

Kepercayaan pasar terus meningkat seiring konsistensi kualitas dan nilai kesehatan yang ditawarkan.

Usaha ini bahkan dipercaya mendukung program telur omega untuk anak stunting di Yogyakarta melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Hasilnya, anak-anak yang rutin mengonsumsi telur ini selama 32 hari menunjukkan peningkatan signifikan pada status gizi dan kesehatan.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal desa mampu memberikan dampak sosial yang nyata.

Lebih dari sekadar bisnis, usaha ini menjadi contoh konkret pemberdayaan ekonomi komunitas difabel yang dijalankan secara profesional.

Seluruh proses produksi hingga pemasaran melibatkan rekan-rekan difabel dengan pembagian tugas yang disesuaikan kemampuan masing-masing.

0 Komentar