PANGANDARAN, RADARTASIK.ID -Atlet terjun payung yang sempat 4 hari hilang setelah jatuh di Perairan Bojongsalawe Pangandaran, Widiasih (58) akhirnya ditemukan, Jumat (2/1/2025). Perempuan asal Bandung itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan mengatakan bahwa di hari ke-4 pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan, pihaknya menerima laporan penemuan jenazah yang diduga Widiasih. Dia ditemukan oleh nelayan yang sedang memancing keong di Teluk Nanjung dekat Cagar Alam menemukan jenazah yang diduga Widiasih.
“Kita dapatkan informasi adanya mayat yang diduga terkait kegiatan terjun payung beberapa waktu lalu,” katanya kepada Radar.
Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak
Informasi sementara, jenazah Widiasih ditemukan sekitar 10 sampai 15 kilometer dari tempat kejadian. “Tapi itu dugaan sementara, kita belum bisa memastikan,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa semua unsur terlibat dalam pencarian tersebut, yang terhimpun dalam Tim SAR Gabungan. Jenazah pun langsung dievakuasi ke RSUD Pangandaran untuk dipulasara. “Termasuk dari masyarakat nelayan juga ikut membantu,” ucapnya.
Pihak keluarga sudah melihat langsung jenazah tersebut dan dipastikan bahwa itu memang Widiasih. Selanjutnya jenazah dipulasara dan diserahkan kepada pihak keluarga. “Kita akan membantu untuk pemulangan jenazah,” jelasnya.
Sejurus dengan itu, Kasatpolairud Polres Pangandaran Iptu M Anang Tri Sodikin mengatakan bahwa kondisi jenazah masih utuh, bahkan pakaian hingga peralatan terjunnya masih menempel.
“Ditemukan tertelungkup, tali-tali parasut masih nempel di tangan,pengaman-pengaman beban masih nempel di perut yang untuk parasit cadangan,” ujarnya.
Kata dia, Widiasih kemungkinan ditemukan sekitar pukul 09:30 oleh nelayan. “Kemudian saat ditemukan tidak ada luka seperti kekerasan atau tulang patah,” katanya.
Bupati Pengandaran Citra Pitriyami juga ikut datang ke RSUD Pangandaran. Dirinya sempat berinteraksi dengan keluarga almarhum yang sedang berduka. (Deni Nurdiansyah)
