Atlet Terjun Payung Asal Bandung yang Jatuh di Pangandaran Ditemukan Meninggal oleh Nelayan di Cilacap

Atlet terjun payung ditemukan pamgandaran
Suasana berkabung di RSUD Pangandaran usai Widiasih, atlet terjun payung yang sempat hilang ditemukan dalam kondisi meninggal, Jumat (2/1/2026). Deni Nurdiansah/Radartasik.id
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Atlet terjun payung yang sempat 4 hari hilang setelah jatuh di Perairan Bojongsalawe Pangandaran, Widiasih (58) akhirnya ditemukan. Perempuan asal Bandung itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan mengatakan bahwa pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan terhadap Widiasih, berlangsung selama empat hari.

Hari Jumat (2/1/2025), nelayan asal Cilacap yang sedang memancing keong di Teluk Nanjung dekat Cagar Alam menemukan jenazah yang diduga Widiasih. Posisinya mengambang di perairan.

Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak

“Kita dapatkan informasi adanya mayat yang diduga terkait kegiatan terjun payung beberapa waktu lalu,” katanya kepada Radartasik.id.

Dari hasil keterangan sementara, jenazah Widiasih ditemukan sekitar 10 sampai 15 kilometer dari tempat kejadian.”Tapi itu dugaan sementara, kita belum bisa memastikan,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa semua unsur terlibat dalam pencarian tersebut, yang terhimpun dalam Tim SAR Gabungan.”Termasuk dari masyarakat nelayan juga ikut membantu,” ucapnya.

Pihak keluarga sudah melihat langsung jenazah yang ditemukan dan ia memastikan bahwa itu memang sosok penerjun Widiasih. “Akan di madikan (dipulasara), setelah itu, kita akan membantu untuk pemulangan jenazah,” jelasnya.

Kasatpolairud Polres Pangandaran Iptu M Anang Tri Sodikin memgatakan bahwa kondisi jenazah masih utuh, bahkan pakaian hingga peralatan terjunnya masih menempel.

“Ditemukan tertelungkup, tali-tali parasut masih nempel di tangan,pengaman-pengaman beban masih nempel di perut yang untuk parasit cadangan,” ujarnya.

Kata dia, Widiasih kemungkinan ditemukan sekitar pukul 09:30 oleh nelayan. “Kemudian saat ditemukan tidak ada luka seperti kekerasan atau tulang patah,” katanya.(Deni Nurdiansyah)

0 Komentar