Atalanta vs AS Roma: Banyak Pemain La Dea yang Punya Hutang Budi ke Gasperini

Gian Piero Gasperini
Gian Piero Gasperini Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Laga Atalanta kontra AS Roma pada Minggu (4/1) mendatang bukan sekadar duel tiga poin Serie A.

Pertandingan di Gewiss Stadium itu sarat muatan emosional, terutama karena kembalinya Gian Piero Gasperini ke Bergamo sebagai juru taktik AS Roma.

Nuansa emosional tersebut disorot langsung oleh mantan bek Atalanta, Duccio Innocenti, yang pernah membela La Dea selama tiga setengah musim.

Baca Juga:Igli Tare Akan Temui Presiden Lazio, AC Milan Ingin Barter Ruben Loftus-Cheek dengan Mario GilaAcerbi Tertarik Pindah ke Arab, Inter Ngebut Datangkan Anak Buah Inzaghi di Al-Hilal

Dalam wawancara dengan portal khusus Tutto Atalanta, Innocenti memberikan pandangannya tentang makna laga ini, posisi Gasperini dalam sejarah klub, serta kondisi Atalanta saat ini.

Pembahasan dimulai dari sosok Gasperini. Bagi Innocenti, pelatih berusia 67 tahun itu adalah figur sentral dalam transformasi Atalanta menjadi kekuatan baru di Serie A dan Eropa.

“Tidak adil jika semua keberhasilan hanya dikaitkan pada satu orang saja,” ujar Innocenti.

“Ini adalah hasil dari kombinasi banyak faktor: keseriusan klub, organisasi yang solid, dan investasi yang tepat. Namun, tidak bisa dimungkiri, Gasperini adalah arsitek utamanya,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan Gasperini terletak pada kemampuannya mengoptimalkan potensi pemain.

Ia tidak hanya menerapkan sistem, tetapi juga membangun hubungan simbiotik dengan klub, yang mampu mendatangkan pemain sesuai kebutuhannya.

“Ia meningkatkan performa hampir semua pemain yang dilatihnya. Itu terjadi karena ia bekerja sejalan dengan klub, yang tahu bagaimana membelikannya pemain-pemain yang tepat untuk sistemnya,” lanjut Innocenti.

Meski begitu, Innocenti tidak terjebak dalam nostalgia saat menilai Atalanta versi saat ini.

Baca Juga:AS Roma Selangkah Lagi Datangkan Raspadori, Lazio Lepas Taty Castellanos ke West HamLini Depan AC Milan Gawat Darurat, Allegri Berharap Fullkrug Bisa Tampil Lawan Cagliari

Di bawah arahan pelatih baru, La Dea disebutnya masih berada dalam fase pertumbuhan.

“Ini adalah tim yang sedang berkembang. Mereka memang tidak memulai musim dengan sangat kuat, tetapi secara bertahap menunjukkan peningkatan,” katanya.

“Melawan Inter, misalnya, Atalanta sebenarnya tidak pantas kalah,” tambahnya.

Innocenti optimistis Atalanta tetap bisa menjalani musim yang kompetitif dengan mengikuti ide-ide pelatih saat ini.

Ia menilai filosofi permainan yang diterapkan cukup menjanjikan, meski perbandingan dengan era Gasperini tak bisa dihindari.

“Wajar jika Atalanta era Gasperini masih sangat melekat di benak banyak orang. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan pendekatan yang ada sekarang, Atalanta tetap bisa menjalani musim yang penting,” paparnya.

0 Komentar