“Mengelola keluarga itu sama seperti mengelola organisasi. Harus ada aturan main, komitmen, dan strategi. Tanpa itu, anak-anak yang jadi korban,” tambah Ipa.
Karena akar persoalan berada di keluarga, maka solusi pun harus dimulai dari sana.
Menurutnya, membenahi anak tanpa membenahi orang tuanya hanya akan melahirkan solusi semu.
Baca Juga:Kontraktor Terancam Tekor, DPRD Sebut Kas Pemkot Tasikmalaya Surplus tapi Pembayaran TersendatJelang Malam Tahun Baru, Polres Tasikmalaya Kota Musnahkan 7.540 Botol Miras dan 517 Knalpot Brong
“Benahi dulu orang tuanya, baru anak-anaknya. Orang tua yang stabil akan sangat menurunkan potensi anak terjerumus ke masalah,” jelasnya.
Ipa juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan emosional anak atau yang ia sebut sebagai tangki jiwa.
Anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan pola asuh yang tepat, bukan sekadar fasilitas materi.
“Kalau tangki jiwa anak kosong, ekspresinya sering muncul dalam bentuk perilaku bermasalah,” tukasnya.
Faktor lingkungan memang turut mempengaruhi, namun menurut Ipa, pengaruh tersebut dapat ditekan jika keluarga memiliki ketahanan yang kuat.
“Keluarga itu seperti sistem imun. Lingkungan boleh keras, tapi kalau keluarga kuat, anak akan lebih terlindungi,” ujarnya.
Refleksi ini juga dikaitkan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Ipa menilai mustahil membangun generasi unggul tanpa peran aktif orang tua sebagai pendidik pertama dan utama.
Baca Juga:Gangguan Kamtibmas Kota Tasikmalaya Naik Sepanjang 2025, Polres Dorong Pengawasan Publik Lewat QR CodeDemi Adipura dan Teguran Ombudsman! Parkir Setda Kota Tasikmalaya Dipasangi Portal
“Anak adalah amanah. Tanggung jawab orang tua tidak berhenti sampai anak besar, tapi sampai mereka benar-benar mandiri,” tegasnya.
Menutup refleksi akhir tahun, Ipa mengajak semua pihak menjadikan 2025 sebagai bahan evaluasi bersama sekaligus pijakan menatap 2026.
“Mari pastikan anak-anak di Kota Tasikmalaya tumbuh di rumah yang aman, merasa dilindungi, dan bahagia. Anak adalah aset masa depan bangsa,” pungkasnya. (ayu sabrina barokah)
