Ia berharap kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat. Membangun keluarga, lanjut Affi, tidak cukup dengan pemenuhan materi atau tuntutan prestasi semata, tetapi harus disertai relasi yang adil, sehat, dan manusiawi di dalam rumah.
“Jika kelelahan ibu terus dinormalisasi dan konflik orang tua terus dipertontonkan, kita sedang menanam luka dalam jiwa anak-anak. Ketika suatu hari anak berubah menjadi pelaku, sesungguhnya ia adalah korban dari keluarga yang gagal melindungi,” pungkasnya. (Firgiawan)
