Adegan ini terasa menyakitkan karena sangat realistis. IDOL I tidak mencoba mengglorifikasi kehidupan idola, tetapi justru menyoroti dehumanisasi yang mereka alami.
Konflik emosional memuncak ketika Do Ra Ik menangis di hadapan CEO agensinya, yang menolak menuntut sasaeng demi menjaga citra.
Dialog ini terasa jujur, memperlihatkan tekanan psikologis yang selama ini jarang dibahas secara terbuka.
Baca Juga:Fajar Sadboy Ikut Audisi Indonesian Idol Season 14, Berhasil Raih Golden TicketSpoiler Episode Akhir Nice to Not Meet You, Kencan Manis Lim Hyeon Jun dan Wi Jeong Sin
Di episode kedua, fantasi Maeng Se Na untuk bertemu idolanya akhirnya terwujud, namun di ruang interogasi kantor polisi.
Salah satu anggota Gold Boys ditemukan tewas secara brutal, dan Do Ra Ik menjadi tersangka utama.
Di sinilah inti cerita IDOL I benar-benar dimulai, yaitu Se Na sebagai pengacara, Ra Ik sebagai klien, dan hubungan penggemar-idola yang dipaksa berubah menjadi relasi profesional.
Secara garis besar, IDOL I adalah drama misteri pembunuhan, tetapi kekuatannya terletak pada kritik terhadap industri hiburan Korea.
Drama ini menyoroti bagaimana idola dipaksa tampil sempurna, mengorbankan emosi, keamanan, bahkan kemanusiaan mereka sendiri.
Hal yang membuat penonton penasaran bukan hanya siapa pelaku pembunuhan, tetapi juga bagaimana hubungan Se Na dan Ra Ik berkembang tanpa melanggar batas etika, serta bagaimana drama ini akan memberi suara pada para idola yang selama ini dibungkam.
Dengan narasi emosional, isu sosial yang relevan, dan akting solid dari Sooyoung dan Kim Jae Yeong, “IDOL I” tampil sebagai salah satu drama thriller Korea paling menjanjikan musim ini.
