Ade menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital, Pramuka harus hadir sebagai wadah yang menguatkan pegangan generasi muda.
Literasi digital sehat, etika bermedia, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan hidup dinilai harus menjadi bagian dari pembinaan.
Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam Pramuka, yang dimaknai sebagai saling menguatkan dan gotong royong, bukan menyeragamkan perbedaan.
Baca Juga:Polisi Larang Total Penggunaan Petasan saat Malam Tahun Baru di Kota TasikmalayaPolisi Bongkar Kasus Prostitusi Online di Kota Tasikmalaya, 7 Mucikari Diciduk
Dalam konteks Rakercab, Ade berharap forum ini menjadi momentum merapikan kompas organisasi.
Program yang disusun diminta sederhana, jelas, realistis, dan benar-benar sampai ke gugus depan, bukan hanya baik di atas kertas.
“Semua harus bermuara pada satu tujuan, anak-anak Pramuka pulang membawa nilai lebih: lebih disiplin, berani bertanggung jawab, dan peduli pada sesama,” jelasnya.
Ade pun mengapresiasi kepada seluruh jajaran Pramuka Kota Tasikmalaya.
Ia menilai pembinaan Pramuka merupakan pekerjaan jangka panjang yang hasilnya akan terasa di masa depan, dalam membentuk sumber daya manusia Kota Tasikmalaya yang religius, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Menatap 2026, kuncinya adalah kebersamaan dan semangat berbenah. Dari sanalah harapan baru bagi Kota Tasikmalaya akan tumbuh,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
