“Karena operasional tahun 2024 sekitar Rp 400 juta, meliputi kegiatan pasar murah, kantor, pegawai, dan lainnya. Dengan keuntungan dari pertanian ini kecil, sehingga tak menutup dari operasional sehingga kerugian Rp 400 juta,” tambahnya.
Herdiana menjelaskan, arah usaha Perumda Galuh Perdana sangat bergantung pada kebijakan dewan pengawas dan Bupati Ciamis. Hingga kini, perusahaan masih difokuskan pada sektor pertanian sebagai offtaker hasil petani, meski belum berjalan maksimal karena keterbatasan modal.
“Dengan saat ini masih memiliki aset Rp 300 juta, ada dana cash di tahun 2024 Rp 100 juta yang dapat diputar di tahun 2025. Padahal kalau permintaan tinggi, sehari ada meminta 60 ton jagung untuk pakan peternak ayam ke Perumda Galuh Perdana, akan tetapi sementara ini belum bisa memberikan permintaan tersebut mengingat modal yang terbatas tersebut, sedangkan peternak butuh kepastian suplai,” katanya. (riz)
