RADARTASIK.ID – Theo Hernandez mengungkap sisi lain dinamika internal AC Milan yang tak banyak dikethui publik.
Ia bahkan menyebut bahwa tidak semua orang di dalam klub senang melihat dirinya dan Davide Calabria datang ke Milanello mengenakan kaos bergambar legenda hidup Paolo Maldini.
Menurutnya, kaos Maldini justru memicu ketegangan dan menjadi cerminan memudarnya nilai milan di tubuh Rossoneri.
Baca Juga:Allegri Batalkan Niat AC Milan Barter Pemain dengan JuventusBeppe Marotta Tak Akan Halangi Frattesi Jika Ingin Pindah ke Juventus
Usai kepergian Theo dan Calabria, proyek Milan di bawah Massimiliano Allegri masih memiliki sejumlah pilar penting, dan salah satu yang utama adalah Mike Maignan.
Kiper timnas Prancis itu masih dianggap sebagai fondasi utama Rossoneri, baik dari sisi teknis maupun kepemimpinan.
Namun, hingga kini masa depan Maignan masih diselimuti tanda tanya, menyusul belum tercapainya kesepakatan perpanjangan kontrak dengan klub.
Situasi ini menjadi sorotan karena risiko kehilangan Maignan secara gratis kian nyata jika kontraknya tidak diperpanjang.
Meski begitu, manajemen Milan tak mau melepas sang kiper pada bursa transfer Januari dan lebih memilih mempertahankannya hingga akhir, sembari terus berupaya meyakinkan Maignan untuk bertahan.
Topik ini kemudian dibahas dalam podcast Tuttomercatoweb.com bersama jurnalis Marco Conterio.
Conterio melihat persoalan Maignan ternyata juga berkaitan erat dengan kisah lain yang lebih emosional, yakni pengakuan Theo Hernandez tentang hubungannya dengan Milan dan atmosfer internal klub.
Baca Juga:Bergomi Akui Kemenangan Inter di Kandang Atalanta Berbau KeberuntunganImpian Ronaldo Sebelum Pensiun: Patahkan Rekor Gelar Lionel Messi
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport beberapa hari lalu, Theo Hernandez membuka cerita tentang perpisahannya dengan Milan.
Bek kiri asal Prancis itu mengaku merasa kehilangan arah di momen-momen terakhirnya bersama Rossoneri.
“Saya merasa kebingungan dan terasing,” ujar Theo.
“Tahun lalu, saya dan Calabria datang ke Milanello mengenakan kaos Paolo Maldini. Bagi sebagian orang, itu tidak diterima dengan baik. Mereka seperti merobek sebuah simbol tanpa alasan,” ungkapnya.
Pernyataan ini langsung memantik diskusi luas di kalangan tifosi. Maldini bukan sekadar legenda, melainkan simbol identitas milan.
Theo menyiratkan bahwa ada sebagian internal klub yang tidak nyaman dengan gestur tersebut, sesuatu yang menurutnya mencerminkan berkurangnya rasa ‘ke-Milan-an’.
