TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Hujan yang mengguyur kawasan Bantargedang tak menjadi penghalang bagi kader Ikatan Pelajar Persis (IPP) Kota Tasikmalaya untuk tetap menggelar kegiatan Ar-Rasikhuuna Fil Ilmi (ROFI).
Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, kegiatan tetap berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias, mencerminkan keteguhan semangat juang para pelajar dalam menapaki jalan kaderisasi.
ROFI 1 diselenggarakan pada Minggu hingga Senin, 21–22 Desember 2025, bertempat di Pesantren Persatuan Islam (PPI) 91 Bantargedang. Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan ini, berasal dari beragam latar belakang pendidikan, baik pesantren maupun sekolah umum.
Baca Juga:Nofa Hermawati Jabat Kepala OJK Tasikmalaya, OJK Targetkan 30 Persen Pemimpin PerempuanSharp Perkenalkan Aquos Sense10 dan Aquos R10, Perkuat Segmen Smartphone Premium, Cek Harga Pre-Ordernya!
Para peserta merupakan pelajar dari PPI 7 Cempakawarna, PPI 67 Benda, PPI 91 Bantargedang, MA Ilmu Dakwah Daarunnahlah, SMA Negeri 1 Sindangkasih, serta SMKN 4 Tasikmalaya. Keberagaman tersebut menjadi cerminan inklusivitas IPP dalam merangkul pelajar dari berbagai lingkungan pendidikan.
ROFI atau Ar-Rasikhuuna Fil Ilmi merupakan pintu masuk kaderisasi formal bagi pelajar yang ingin menjadi anggota resmi IPP. Pada pelaksanaan ROFI 1 ini, PD IPP Kota Tasikmalaya mengusung tema “Manifestasi Spirit Kritis Ilmiah Responsif” sebagai upaya menyalakan estafet perjuangan sekaligus menyiapkan kader pelajar yang berkualitas, berlandaskan nilai keilmuan dan keislaman.
Ketua pelaksana, Mahesa, menegaskan bahwa ROFI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan fondasi utama dalam sistem pengkaderan IPP. Menurutnya, kaderisasi menjadi instrumen strategis untuk menjaga keberlanjutan perjuangan organisasi.
“ROFI merupakan akronim dari Ar-Rasikhuuna Fil Ilmi. IPP adalah organisasi pengkaderan, dan pengkaderan adalah kekuatan utama dalam mempertahankan perjuangan. Melalui ROFI, anggota tunas disahkan menjadi anggota. Sebagai organisasi otonom termuda di Persatuan Islam, IPP membutuhkan kader yang siap melanjutkan dakwah Persis ke masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Bendahara Hima Persis, Khoirul Rizky, menyoroti makna tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa manifestasi berarti menghadirkan nilai dalam bentuk nyata, bukan sekadar konsep.
“Harapannya, peserta yang semula belum memahami menjadi paham, dan yang sebelumnya kurang memiliki rasa ingin tahu tumbuh menjadi pribadi yang haus akan ilmu. ROFI menjadi penting agar proses kaderisasi berjalan berkesinambungan,” tuturnya.
