Menurutnya, jika pengurus di tingkat pusat meminta dukungan dari daerah, hal itu justru akan memperlihatkan kesan memecah belah organisasi dan memperkeruh suasana di kalangan warga Nahdliyin.
Meski demikian, KH Atam memastikan bahwa kondisi NU di Kabupaten Tasikmalaya hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Ia menegaskan bahwa dinamika di tingkat pusat tidak berdampak signifikan terhadap soliditas pengurus dan warga NU di daerah.
“Alhamdulillah, di bawah tidak ada pengaruh apa pun. Siapa pun pemimpinnya akan diterima, karena yang kami pegang adalah organisasinya, jam’iyyah-nya. Jangan sampai kegaduhan ini terus berlarut-larut, karena yang akan repot adalah kami di PCNU,” pungkasnya.
Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!
KH Atam berharap, hasil musyawarah di Lirboyo dapat menjadi jalan keluar yang diterima dengan lapang dada oleh semua pihak, sehingga Nahdlatul Ulama ke depan tetap solid, utuh, dan fokus menjalankan peran keumatan serta kebangsaan.(ujg)
