Minim Dana Transfer, AC Milan dan Lazio Bisa Barter Pemain: Ruben Loftus-Cheek Tukar Mario Gila

Ruben Loftus-Cheek
Ruben Loftus-Cheek Tangkapan layar Instagram@rlc
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Bursa transfer musim dingin mulai memanas, tetapi keterbatasan anggaran membuat sejumlah klub Serie A harus lebih kreatif.

AC Milan dan Lazio termasuk di antaranya. Dengan ruang belanja yang sempit dan kebutuhan skuad yang spesifik, opsi barter pemain kini mengemuka sebagai solusi realistis.

Salah satu skenario yang mulai dibicarakan di Italia adalah pertukaran Ruben Loftus-Cheek dengan Mario Gila.

Baca Juga:AC Milan Ganggu Rencana AS Roma Datangkan Joshua ZirkzeeGraziani Akui De Rossi Punya Keberanian Seperti Mourinho: Tetap Menyerang Meski Kehilangan Pemain

Di kubu Milan, pendekatan transfer musim dingin dilakukan dengan penuh perhitungan.

Rossoneri masih menimbang kebutuhan di lini depan dan masih mengejar Joshua Zirkzee meski sudah mendapatkan Niclas Füllkrug.

Milan saat ini memprioritaskan profil usia lebih muda dan menahan diri dari investasi besar yang berisiko.

Fokus internal justru mengarah pada penataan ulang skuad, termasuk kemungkinan melepas pemain bergaji besar yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan taktik.

Salah satu nama itu adalah Ruben Loftus-Cheek. Gelandang Inggris tersebut didatangkan dengan ekspektasi tinggi, namun konsistensinya belum stabil.

Gajinya juga termasuk tinggi, mencapai €4 juta per musim atau sekitar Rp68 miliar (kurs €1 = Rp17.000).

Dalam konteks finansial Milan, melepas beban gaji semacam ini bisa membuka ruang manuver—terlebih bila imbalannya adalah pemain yang dibutuhkan pelatih untuk sektor pertahanan.

Baca Juga:Legenda Inter Yakin Juventus Bisa Raih Scudetto: Mereka Punya Conceicao dan YildizTare Sukses Rayu West Ham, Fullkrug Akan Gabung AC Milan dengan Gratis

Di sinilah Mario Gila masuk radar. Bek tengah Lazio itu tampil solid dan punya karakteristik yang dicari Milan: usia masih ideal, agresif dalam duel, dan terbiasa bermain di garis pertahanan tinggi.

Ketertarikan Milan pada Gila bukan hal baru. Namun, kendala dana tunai membuat negosiasi pembelian langsung sulit terwujud dan Barter pun menjadi opsi yang masuk akal.

Bagi Lazio, situasinya juga serupa. Biancocelesti masih menunggu kepastian penuh untuk beraktivitas di bursa Januari setelah larangan musim panas dari COVISOC.

Maurizio Sarri membutuhkan penguatan di lini tengah, dan Loftus-Cheek adalah profil yang sangat ia kenal.

Keduanya pernah bekerja sama di Chelsea, dan Sarri menilai Loftus-Cheek cocok sebagai gelandang box-to-box dalam sistemnya.

Masalahnya, Lazio tak punya banyak ruang finansial untuk merekrut pemain dengan gaji tinggi.

0 Komentar