Ia menilai dinamika PAN di Kota Tasikmalaya berbeda dengan daerah lain yang relatif cepat menentukan ketua formatur sekaligus ketua DPD.
“Di Kota Tasikmalaya hanya menunjuk enam formatur. Nah, enam formatur ini yang harus berembuk siapa yang jadi ketua formatur. Sampai hari ini memang belum ada kesepakatan,” bebernya.
Terkait batas waktu, Ijang menyebut tidak ada deadline ketat dari DPP maupun DPW PAN.
Formatur diberi ruang untuk berproses.
Baca Juga:Ruko di Kawalu Jadi Gudang Miras, 6.489 Botol Disita Satpol PP Kota Tasikmalaya Jelang Tahun Baru Hari Ibu Bukan Sekadar Seremoni, Rani Permayani Tekankan Integrasi Gender di Kota Tasikmalaya
“Masih ada waktu. Dulu juga pascapemilihan sampai terbit SK bisa dua bulan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa kunci penyelesaian ada pada kedewasaan berpolitik para formatur.
“Kuncinya ada di formatur. Mau dipercepat atau diperlambat, itu tergantung mereka,” ucapnya.
Senada, Wakil Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya demisioner Bidang Pemberdayaan Perempuan sekaligus Ketua DPD Perempuan PAN Kota Tasikmalaya, Hj Euis Sri Junita, membenarkan kondisi deadlock tersebut.
“Ya benar, masih deadlock. Belum ada keputusan,” ujarnya singkat.
Menanggapi kabar tiga opsi formasi KSB, Euis memilih irit bicara.
“Tunggu saja ya. Semoga cepat tuntas rapat formaturnya. Semua formatur adalah kader-kader hebat,” katanya.
Dengan kepengurusan lama telah dinyatakan demisioner, sorotan kini tertuju pada enam formatur PAN Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Saat Kursi Kadis di Kota Tasikmalaya Antre pada Satu Nama: Komite Talenta, Komite Segalanya!Polisi Perketat Patroli di Lokasi Objek Wisata Kota Tasikmalaya
Waktu berjalan, roda organisasi menunggu kepastian, dan publik menanti siapa yang akhirnya akan memegang kendali partai yang identik dengan warna biru itu di tingkat Kota Tasikmalaya. (rezza rizaldi)
