Ia bahkan sempat bercanda soal armada Primajasa. Dua puluh satu armada. Tentang anaknya. Tentang krismon. Tentang bisnis yang bertahan karena disiplin, bukan karena kekuasaan.
Lalu satu pesan terakhir ia lemparkan ke Wali Kota. “Pak Viman,” katanya,
“Jangan buat lukisan yang memalukan generasi mendatang. Buatlah lukisan yang indah. Untuk bekal mereka,” ujarnya mengingatkan sang keponakan.
Baca Juga:Ibu, Ibu, Ibu dan Festival Rasa Bersalah Nasional!Jabar Tertinggi Realisasi Kredit Perumahan, Moratorium Izin oleh KDM Disorot Pemerintah Pusat
Waktu memang sempit, katanya. Jabatan juga singkat. Yang panjang itu cuma dua hal: jejak dan konsekuensi.
Dan politik, seperti yang ia bilang sejak awal, hanyalah call center. Yang penting: siapa yang mengangkat, dan niat apa yang diucapkan. (red)
