Namun, Rossoneri dikabarkan lebih condong mencari bek yang bisa didatangkan dengan status pinjaman jangka pendek, sekitar enam bulan, dengan profil usia yang lebih muda dan gaji yang lebih terjangkau.
Situasi serupa juga terjadi di Juventus. Bianconeri sempat dikaitkan dengan Ramos, terutama setelah Daniele Rugani mengalami cedera yang membuatnya harus menepi selama beberapa pekan.
Meski demikian, Juventus disebut tidak melihat Ramos sebagai prioritas utama.
Faktor usia, kebutuhan jangka panjang, serta keseimbangan finansial menjadi pertimbangan besar dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Bologna dan AS Roma Bukti Juventus Kembali ke Jalur KemenanganMedia Italia: Agen Tawarkan Bek Buangan Chelsea ke AC Milan
Hingga kini, Calciomercato menegaskan bahwa belum ada tawaran konkret dari klub Serie A mana pun untuk Sergio Ramos, baik dari AC Milan, Juventus, maupun tim Italia lainnya.
Ketertarikan yang ada masih sebatas wacana dan analisis media, belum beranjak ke tahap negosiasi resmi.
Selain aspek teknis, faktor finansial juga menjadi penghalang utama. Ramos dikenal sebagai pemain dengan tuntutan gaji tinggi, sebanding dengan status dan pengalamannya.
Sampai saat ini, belum ada klub yang mengajukan proposal finansial yang benar-benar memuaskan pihak Ramos.
Negosiasi soal gaji menjadi topik sensitif, terutama bagi klub-klub Italia yang kini lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran.
Dengan statusnya sebagai pemain bebas transfer, Sergio Ramos memang menjadi opsi menarik di atas kertas.
Namun, realitas pasar menunjukkan bahwa nama besar saja tidak cukup. Klub membutuhkan keseimbangan antara pengalaman, kondisi fisik, kebutuhan taktis, dan kemampuan finansial.
Baca Juga:Mertua Dybala Beri Sinyal La Joya Kembali ke Argentina: Istrinya Merasa Sendirian di RomaGasperini Ungkap Alasan Memilih Jadi Pelatih AS Roma dan Menolak Pianangan Juventus
Dalam beberapa pekan ke depan, evolusi situasi Ramos akan menjadi menarik untuk diikuti.
Apakah Serie A akhirnya membuka pintu bagi sang legenda, atau justru Ramos memilih jalur lain demi mewujudkan mimpinya tampil di Piala Dunia 2026, masih menjadi teka-teki yang belum terjawab.
