TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Menjelang akhir tahun, wilayah pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya diprediksi berpotensi terdampak siklon tropis yang dapat memicu cuaca ekstrem dan gelombang laut tidak menentu.
Kawasan Pantai Cipatujah dan Cikalong menjadi daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Masyarakat yang berlibur ke sejumlah destinasi wisata pantai seperti Pantai Sindangkerta di Cipatujah serta Pantai Karangtawulan di Cikalong diimbau agar lebih berhati-hati menghadapi perubahan cuaca yang sulit diprediksi.
Baca Juga:GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah menyusun strategi dan pemetaan titik-titik rawan bencana sebagai langkah antisipasi dampak bencana alam selama periode libur akhir tahun.
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS MM, mengatakan wilayah pantai selatan Tasikmalaya, termasuk Cipatujah dan Cikalong, memang tergolong rawan terhadap cuaca ekstrem dan siklon tropis.
Oleh karena itu, pemerintah daerah telah melakukan pemetaan potensi dan dampak bencana menjelang libur Natal dan Tahun Baru, mengingat tingginya kunjungan masyarakat ke kawasan Pantai Sindangkerta, Cipatujah, dan Pantai Karangtawulan, Cikalong.
“Tujuannya menciptakan ketentraman dan kenyamanan bagi masyarakat umum, khususnya bagi yang melakukan perjalanan selama libur Nataru,” ungkap Roni.
Ia menegaskan, potensi bencana pada momen libur Nataru harus terpantau dengan baik guna mengurangi risiko kerugian akibat bencana, seperti cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor, fraud, dan lainnya.
Selain itu, peningkatan pelayanan informasi kebencanaan yang terkini menjadi prioritas agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik merasa aman dan nyaman.
Penanggulangan bencana, lanjut Roni, dilaksanakan secara lintas sektor sehingga mampu menghasilkan respons yang lebih efektif, cepat, terkoordinasi, dan komprehensif dengan melibatkan pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, swasta, serta masyarakat.
Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di TasikmalayaAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Lakukan Pengawasan Pemerintahan dengan Temu Warga: Pajak Kembali untuk Rakyat
“Termasuk mengoptimalkan sumber daya, serta mengurangi dampak kerugian materiil dan korban jiwa, dengan fokus pada pencegahan dan mitigasi risiko, bukan hanya tanggap darurat,” paparnya.
Terkait mitigasi bahaya cuaca ekstrem, Roni menyebut hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam zona bahaya tinggi cuaca ekstrem. BPBD pun telah menjalankan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko cuaca ekstrem seperti petir, banjir, dan longsor.
