Kemiskinan Ciamis Terus Menurun, BPS Cata Perbaikan di 2020-2025

warga miskin di ciamis
gambar ilustrasi: gemini.ai
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis mencatat perkembangan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut terus membaik dalam periode Maret 2020 hingga Maret 2025.

Ketua Tim Statistik Sosial BPS Ciamis, Nur Azizah, menyampaikan bahwa sempat terjadi kenaikan kemiskinan pada masa pandemi Covid-19, sebelum akhirnya kembali menurun pada tahun-tahun berikutnya.

Pada periode Maret 2020 hingga Maret 2021, tingkat kemiskinan di Kabupaten Ciamis naik dari 7,62 persen menjadi 7,97 persen sebagai dampak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, termasuk Kabupaten Ciamis.

Baca Juga:Jabar Tertinggi Realisasi Kredit Perumahan, Moratorium Izin oleh KDM Disorot Pemerintah PusatSatu Nama Masuk Dua Kandidat Eselon II karena Berdasarkan Rumpun dan Manajemen Talenta

Memasuki masa pemulihan pasca pandemi, tingkat kemiskinan perlahan menurun menjadi 7,22 persen pada 2022. Selanjutnya pada 2023 tercatat 7,42 persen, turun kembali menjadi 7,39 persen pada 2024, dan pada 2025 mencapai 7,19 persen. Dengan demikian, tingkat kemiskinan Kabupaten Ciamis menurun 0,20 persen poin dibandingkan Maret 2024.

“Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Ciamis pada Maret 2025 sebanyak 88.720 orang atau 7,19 persen. Artinya jumlah penduduk miskin berkurang 2.070 orang, dibandingkan Maret 2024 jumlah penduduk miskin sebanyak 90.790 orang atau 7,39 persen,” katanya kepada Radar, Jumat (19/12/2025).

Nur Azizah menjelaskan bahwa persoalan kemiskinan tidak hanya dilihat dari jumlah dan persentase penduduk miskin, tetapi juga dari tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Indeks kedalaman kemiskinan mengukur rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, sementara indeks keparahan kemiskinan menggambarkan penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.

“Artinya indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin,” ujarnya.

Pada periode Maret 2024 hingga Maret 2025, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sama-sama mengalami penurunan. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,71, turun dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 0,99.

“Sedangkan nilai Indeks Keparahan Kemiskinan pada Maret 2025 sebesar 0,11, turun dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 0,20,” ujarnya.

Baca Juga:Pertashop Bantarsari Kota Tasikmalaya: BBM Lebih Dekat, Layanan Lebih LayakMenjahit Silaturahmi di Ruang Redaksi!

Ia menyebutkan sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan kemiskinan tersebut. Pertama, ekonomi Kabupaten Ciamis pada Triwulan I-2025 tumbuh 6,13 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan Triwulan I-2024 yang tumbuh 3,08 persen (y-on-y).

Kedua, selama periode Maret 2024 hingga Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,01 persen di Kota Tasikmalaya sebagai kota rujukan inflasi bagi Kabupaten Ciamis. Ketiga, program bantuan pemerintah dari pusat maupun daerah turut menekan angka kemiskinan.

0 Komentar