Insentif Dicabut Mulai 2026, Harga Mobil Listrik BYD, AION, hingga VW Diprediksi Tetap Stabil

Mobil Listrik
Insentif Dicabut Mulai 2026, Harga Mobil Listrik BYD, AION, hingga VW Diprediksi Tetap Stabil
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Rencana pemerintah menghentikan insentif pajak mobil listrik berbasis baterai (BEV) mulai tahun 2026 sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen.

Banyak yang memperkirakan harga mobil listrik akan melonjak signifikan. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

Harga mobil listrik dari sejumlah merek global seperti BYD, AION, VinFast, Volkswagen, hingga Geely diperkirakan tidak akan terdampak besar.

Baca Juga:Drakor Taxi Driver 3 Episode 10, Aksi Kocak Lee Je Hoon Debut Sebagai Center Girl GroupTamat Malam Ini! Para Pemeran Moon River Bagikan Pesan Perpisahan Jelang Episode Akhir

Kunci utama dari stabilnya harga mobil listrik tersebut terletak pada komitmen produsen global untuk memproduksi kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan produksi lokal, mereka tidak lagi dikenakan bea masuk impor yang akan naik mulai 2026.

Pemerintah Indonesia telah menegaskan bahwa insentif impor mobil listrik secara utuh atau completely built up (CBU) tidak akan diperpanjang setelah Desember 2025.

Meski begitu, kebijakan ini sudah diantisipasi oleh para produsen otomotif global.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko IPK, Muhammad Rachmat Kaimuddin, menyebutkan bahwa produsen memiliki dua opsi agar tidak terkena bea masuk impor, yaitu membangun pabrik sendiri atau bekerja sama dengan fasilitas perakitan lokal.

Hingga saat ini, setidaknya sembilan merek otomotif global telah menyatakan komitmen produksi di Indonesia, yaitu Geely, BYD, Citroen, VinFast, Great Wall Motor (GWM), Volkswagen (VW), Xpeng, Maxus, dan AION.

Langkah ini menjadi strategi penting agar harga jual mobil listrik tetap kompetitif meski insentif pajak dicabut.

Baca Juga:Kim Yoon Hye Terjebak Antara Mantan dan Pacar Baru di Drama Korea Antologi Love TrackMasih Tayang di Bioskop! Agak Laen 2 Tembus 8,3 Juta Penonton, Jadi Film Terlaris ke-5

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa tujuh produsen mobil listrik telah lebih dulu merealisasikan investasi di Indonesia, seperti VinFast, Volkswagen, BYD, Citroen, AION, Maxus, dan Geely.

Total investasi yang telah ditanamkan mencapai Rp 15,4 triliun dengan kapasitas produksi hingga 281.000 unit mobil listrik per tahun.

Selain itu, GWM telah memiliki fasilitas perakitan di Wanaherang, Bogor, dan Xpeng membangun pabrik perakitan di Purwakarta.

BYD juga telah menyiapkan fasilitas perakitan kendaraan listrik di dalam negeri.

Dengan skema completely knocked down (CKD), kendaraan dirakit di Indonesia sehingga terbebas dari bea masuk impor.

Inilah alasan kuat mengapa produsen tidak memiliki urgensi menaikkan harga jual.

0 Komentar