RADARTASIK.ID – Apa jadinya jika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok pada 2026? Yang membuat beras Rp25.000 per kilo dan cabai Rp150.000 per kilo,semua itu tentu akan membuat dompet kita menjerit.
Dilansir melalui kanal Asupan Otak yang membahas strategi investasi aset real dan prediksi ekonomi global.
Inflasi tersembunyi kini menggerogoti tabungan, dan banyak orang tidak sadar dampak inflasi pada nilai tabungan yang terus menurun setiap tahun.
Baca Juga:Moto G100 2025 Jadi Paket Premium yang Makin Maksimal untuk Berbagai PenggunaUMKM Bisa Untung Besar Tanpa Merusak Lingkungan? Ini Rahasianya!
Kebanyakan aset konvensional seperti properti dan saham blue chip sudah terlalu mahal, membuat return kecil dan risiko besar bagi investor pemula.
Prediksi krisis ekonomi global menunjukkan resesi besar bisa terjadi dalam 2 sampai 3 tahun ke depan, ditambah ketegangan geopolitik yang memuncak.
Di tengah kondisi ini, ada aset yang justru naik nilainya saat ekonomi kacau, salah satunya tanah pertanian produktif yang menjadi peluang investasi tanah pertanian menjanjikan.
Tanah pertanian memiliki dua sumber return: capital gain dari kenaikan harga tanah dan cash flow dari hasil panen yang bisa rutin menghasilkan keuntungan.
Komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, kedelai, cabai, dan minyak goreng menjadi aset menarik karena permintaannya stabil dan tren harganya jangka panjang selalu naik.
Sumber daya air kini menjadi aset krusial karena akses ke air bersih semakin terbatas, dan tanah yang memiliki sumber air stabil nilainya bisa melonjak drastis.
Tanaman produktif bernilai tinggi seperti jahe merah, cabai, porang, kelapa, dan pisang Cavendish bisa menjadi aset yang menghasilkan pendapatan rutin jika dikelola dengan benar.
Baca Juga:Ketika Samsung Galaxy A07 Hadir dengan Visibilitas Premium, Entry Level dengan OS Panjang 6 GenerasiRealme GT8 Pro dan Seni Memilih Identitas Visual di Era Smartphone Modern
Komoditas energi dan bahan industri seperti nikel, litium, tembaga, dan batu bara juga mulai jadi rebutan karena transisi energi global dan elektrifikasi masif.
Strategi investasi aset riil harus dimulai sekarang, termasuk beli tanah produktif, kelola komoditas, atau ikut investasi di proyek-proyek dengan return tinggi saat harga masih terjangkau.
Dengan konvergensi faktor ekonomi, iklim, geopolitik, dan populasi, harga aset riil diprediksi melonjak drastis di 2026 sehingga keputusan investasi sekarang akan menentukan masa depan finansialmu.
Jangan tunggu sampai harga mahal; memanfaatkan peluang aset riil sekarang akan memberi keuntungan maksimal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
