Di Kota Tasikmalaya Hari Ini: Parkir Tanpa Karcis, Gratis di Video, Berbayar di Jalan!

parkir tanpa karcis di Kota Tasikmalaya
Ilustrasi tanpa karcis parkir gratis. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sudah satu setengah bulan Program Tanpa Karcis, Parkir Gratis berjalan di Kota Tasikmalaya.

Di atas kertas, semuanya tampak rapi. Di spanduk, pesannya jelas. Di TikTok, narasinya menghibur. Masalahnya hanya satu: trotoar tidak pernah menonton TikTok.

Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya tampak serius mengedukasi publik. Belasan spanduk dipasang di 16 titik. Puluhan papan pengumuman berdiri di area parkir.

Baca Juga:Geger! Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Tamansari Kota Tasikmalaya, ini KronologinyaKarcis Parkir di Kota tasikmalaya Tak Selalu Diberikan, Jukir Ungkap Problem Tarif dan Pengawasan

Bahkan Dishub turun ke medan yang lebih modern: membuat video parodi di akun TikTok resmi @dishub.kotatasikmalaya.

Judulnya ringan, isinya lucu, pesannya tegas: tanpa karcis, parkir gratis.

Video “Tanpa Karcis Parkir Gratis I” ditonton 5,9 ribu kali. Episode keduanya lebih dari seribu kali. Netizen pun datang. Lengkap dengan logika jalanan yang tak selalu sejalan dengan SOP.

“tah tukang parkir benrr kitu bere karcisna,” tulis @ImatRuhimat251.

Singkat, padat, dan jujur.

Netizen lain lebih siap konflik.

“Upami ditagih ku tukang parkir liar kumaha tah? Ajakan ribut wae?” tanya @ParrishAntonius.

Ada pula yang langsung menarik kesimpulan hukum sederhana.

“bewara baraya parkir gratis upami teu dipasihan karcis,” tulis @Ivanbatu.

Bahkan soal kembalian pun ikut masuk diskusi kebijakan. “pake QRIS bung! mere 5000 sok tara dibalikeun tah di parkiran Indomaret jln Mitra Batik,” komentar @Ardian_Yuz.

Di kolom komentar, kebijakan terasa hidup. Di lapangan, kebijakan terasa fleksibel.

Baca Juga:Menghapus Jabatan Balas Dendam, Balas Budi dan Balas Jasa, BKN Beri Warning!Tower di Area Pemakaman Bikin Pusing, DPRD Kota Tasikmalaya Cari Jalan Tengah

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, sebelumnya telah menjelaskan bahwa program ini adalah tahap awal sebelum masuk ke sistem digitalisasi parkir. Sebuah masa transisi. Masa pembiasaan. Masa belajar bersama. “Kita galakkan supaya masyarakat sadar,” ujarnya.

Masalahnya, masyarakat sudah sangat sadar. Yang belum tentu sadar adalah sistem di bawahnya.

Kepala Dishub Kota Tasikmalaya, Iwan Kurniawan, juga tegas. Jika parkir tanpa karcis, maka gratis. Jelas. Tidak berbelit. Bahkan terdengar progresif. “Silakan gratis, tidak apa-apa,” katanya. Kalimat ini indah. Dan sekaligus berbahaya.

Sebab di lapangan, kalimat “gratis” sering terdengar setelah uang diserahkan. Bukan sebelumnya. Karcis tidak ada. Tapi pungutan sudah terjadi. Dan warga, seperti biasa, memilih damai daripada debat.

0 Komentar