Saatnya UMKM Perempuan Unjuk Kekuatan: Kontribusi Ekonomi Kian Menggeliat

UMKM
Saatnya UMKM Perempuan Unjuk Kekuatan: Kontribusi Ekonomi Kian Menggeliat. Foto: youtube
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Pemberdayaan perempuan dalam UMKM menjadi pintu baru bagi kebangkitan ekonomi rakyat, dan daya saingnya makin terasa ketika jutaan usaha perempuan mulai membuka lapangan kerja, menambah pendapatan keluarga, hingga menciptakan ekonomi yang lebih mandiri dan inklusif.

Dilansir dari kanal Link UMKM, perempuan kini memegang peran nyata dalam pertumbuhan UMKM dengan skala kontribusi ekonomi yang sulit diabaikan.

Bayangkan satu usaha kecil rumahan yang dikelola seorang ibu lalu berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga, menciptakan peluang kerja lokal, serta memperkuat ekonomi komunitas.

Baca Juga:Desain Makin Stylish, Performa Tetap Ngebut: Samsung Galaxy A56 5G Masih Layak Banget di Penghujung 2025Stok Aman, Mentan Tegaskan Harga Pangan Tak Boleh Naik Jelang Nataru!

Sekarang bayangkan cerita ini terjadi pada jutaan usaha serupa di berbagai daerah, dari pesisir hingga pegunungan, dan menciptakan denyut ekonomi baru yang lebih merata.

Data resmi mencatat lebih dari 64% pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, angka ini menunjukkan peran besar dan strategis mereka dalam pembangunan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, kontribusi UMKM terhadap perekonomian juga mencapai angka lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), membuat UMKM menjadi tulang punggung yang memikul harapan bangsa.

Pada saat yang sama, UMKM menyerap sekitar 96 hingga 97% tenaga kerja nasional, membuktikan bahwa sektor ini tidak hanya menopang ekonomi tetapi juga menjaga stabilitas sosial.

Partisipasi perempuan dalam usaha kecil bukan sekadar statistik, tetapi wujud nyata dari perubahan sosial ekonomi yang terjadi di banyak keluarga Indonesia.

Ketika perempuan menjalankan usaha, pendapatan tambahan sering digunakan untuk pendidikan anak, kebutuhan kesehatan keluarga, dan pengembangan bisnis pada tahap selanjutnya.

Namun di sisi lain, masih ada sejumlah tantangan yang menghambat kemajuan mereka, mulai dari akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang masih terbatas hingga kesenjangan pemanfaatan teknologi dalam proses produksi dan pemasaran.

Baca Juga:Redmi 15C Jadi Favorit: Murah, Tahan Lama, dan Bikin Entry Level Makin KetatVivo Y500, Baterai Jumbo & Tahan Ekstrem: Kenapa Banyak yang Tergiur?

Selain itu, banyak perempuan pelaku usaha juga menghadapi beban ganda antara pekerjaan bisnis dan tanggung jawab rumah tangga, yang seringkali menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha.

Penguatan kapasitas ekonomi perempuan dalam UMKM terbukti mampu memperkuat basis ekonomi lokal, menggerakkan roda usaha mikro, serta menciptakan dampak berganda dari keluarga ke komunitas sekitar.

Efek beruntunnya dapat terlihat jelas ketika usaha berkembang, tenaga kerja terserap, produk lokal naik kelas, dan kepercayaan diri perempuan pelaku usaha semakin meningkat.

0 Komentar