BANJAR, RADARTASIK.ID – Usia 65 tahun itu tidak kecil. Ia bukan sekadar angka di kalender. Ia seperti jarak tempuh sebuah perjalanan panjang—penuh tikungan, tanjakan, juga jalan lurus yang sunyi.
Hari ini, Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, genap berusia 65 tahun. Tidak ada sirene.
Tidak juga kembang api.
Kota Banjar tetap seperti biasa: pasar tetap ramai, motor tetap saling salip, dan pegawai tetap datang dengan map cokelat di tangan. Tapi di balik rutinitas itu, ada satu umur yang patut dicatat.
Baca Juga:ARWT Sampaikan Catatan Penting ke Wali Kota TasikmalayaKursi Kepala Diskominfo, Staf Ahli, dan Sekwan di Kota Tasikmalaya Segera Diisi! Beberapa Nama Dikirim ke BKN
Sudarsono adalah tipe pemimpin yang tidak gemar berisik. Ia lebih sering terlihat bekerja dalam diam.
Bukan orator yang memukau panggung, melainkan insinyur yang percaya pada hitungan, garis lurus, dan ketepatan.
Mungkin itu sebabnya ia terlihat tenang.
Usia 65 tidak membuat langkahnya tergesa. Justru sebaliknya, ia tampak semakin tahu ke mana harus berjalan—dan ke mana tidak perlu berlari.
Di umur seperti ini, orang biasanya memilih menikmati pagi dengan lebih banyak duduk. Tapi Sudarsono masih memilih bangun lebih awal, memikirkan kota kecil bernama Banjar yang tanggung: tidak besar, tidak pula boleh tertinggal.
Ia tahu, memimpin kota bukan soal jabatan.
Melainkan soal kesabaran menghadapi keluhan, kritik, dan harapan yang sering datang bersamaan—tanpa jadwal.
Ulang tahun ke-65 ini bukan sekadar perayaan pribadi. Ia adalah penanda fase.
Bahwa pengalaman sudah cukup panjang. Bahwa kesalahan masa lalu sudah memberi pelajaran. Dan bahwa keputusan hari ini akan dikenang lebih lama daripada pidato.
Baca Juga:Jukir Dishub di Kota Tasikmalaya Jadi Juru Pungli? Bayar Parkir Tanpa Karcis, Warga Bisa LaporHipnotis Politik!
Kota Banjar tentu masih punya pekerjaan rumah. Semua kota punya. Tapi di usia 65 ini, Wali Kotanya sedang berada pada titik yang paling jujur: tidak lagi mengejar pencitraan, hanya ingin meninggalkan jejak yang masuk akal.
Selamat ulang tahun, Pak Wali Kota.
Semoga umur yang bertambah membuat keputusan semakin matang, langkah semakin teduh, dan kota ini terus berjalan—pelan, tapi pasti. (kim)
