RADARTASIK.ID – Produsen otomotif asal China, BYD, kembali menunjukkan keseriusannya dalam menggarap pasar Eropa.
Kali ini, BYD dikabarkan tengah menyiapkan Dolphin G, sebuah hatchback plug-in hybrid (PHEV) yang sejak awal dikembangkan khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen Eropa.
Menariknya, mobil Hybrid ini bukan hasil adaptasi dari kendaraan yang lebih dulu dijual di China, melainkan produk dengan pendekatan regional yang benar-benar baru.
Baca Juga:Daftar Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta Per Desember 2025, Nomor 4 Paling Murah!Xpeng G6 Guncang Pasar EV Indonesia dengan Kemampuan Fast Charging Kurang dari 20 Menit
Wakil Presiden BYD Stella Li mengungkapkan bahwa Dolphin G akan menjadi model pertama BYD yang dikembangkan dengan fokus penuh pada pasar Eropa.
Hal ini didasari oleh perbedaan karakter konsumen, di mana teknologi plug-in hybrid masih sangat diminati sebagai solusi transisi menuju kendaraan listrik murni.
Berbeda dengan China yang lebih mengutamakan mobil listrik murni, permintaan hatchback plug-in hybrid di Eropa masih cukup besar.
Kondisi inilah yang mendorong BYD untuk memusatkan pengembangan Dolphin G bagi konsumen Eropa.
BYD Dolphin G dijadwalkan meluncur pada tahun depan dan diperkirakan akan mengikuti strategi yang sama seperti Atto 2 DM-i.
Model tersebut lebih dulu diperkenalkan di Eropa sebelum akhirnya masuk ke pasar domestik China.
Pendekatan ini dinilai efektif untuk menguji respons pasar sekaligus menyesuaikan produk dengan regulasi dan preferensi konsumen Eropa yang terkenal ketat, khususnya terkait emisi dan efisiensi bahan bakar.
Baca Juga:Intip Bocoran Spesifikasi Mobil Listrik BYD Seal 08 dan Sealion 08, Siap Rilis Tahun 2026Kim Seon Ho dan Go Youn Jung Siap Bintangi Drama Korea Can This Love Be Translated?
Di pasar Eropa, Dolphin G akan bermain di segmen hatchback plug-in hybrid kompak. BYD memposisikannya sebagai penantang langsung Volkswagen Golf GTE dan Toyota Prius, dua nama besar yang sudah lebih dulu mapan.
Kehadiran Dolphin G juga akan melengkapi BYD Dolphin versi listrik murni yang telah lebih dulu dijual di Eropa.
Dengan begitu, konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan, baik yang menginginkan mobil listrik sepenuhnya maupun PHEV dengan fleksibilitas mesin bensin.
Meski belum diumumkan secara resmi, Dolphin G diperkirakan akan berbagi teknologi plug-in hybrid dengan Atto 2 DM-i, yang berbasis pada model Yuan Up di China.
Dari sisi dimensi, mobil ini disebut memiliki panjang sekitar 4,3 meter dan lebar mendekati 1,8 meter, ukuran yang sangat ideal untuk segmen hatchback kompak di Eropa.
