K3S Kecamatan Cipedes Membentuk Sportivitas Siswa Lewat Kompetisi Sepak Bola K3S Cup

KOMPETISI
Para peserta pertandingan sepak bola K3S Cup saat mengikuti opening ceremony di Lapang Mini Soccer Viva La Vida, Senin (15/12/2025).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya menggelar pertandingan sepak bola bertajuk K3S Cup yang berlangsung pada 15 hingga 18 Desember 2025 di Lapang Mini Soccer Viva La Vida, Kota Tasikmalaya.

Turnamen ini diikuti oleh seluruh sekolah dasar yang ada di Kecamatan Cipedes sebagai bagian dari penguatan aktivitas olahraga dan pembinaan karakter siswa.

Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Senin, 15 Desember 2025. Sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan olahraga hadir dalam opening ceremony, mulai dari jajaran Igornas Kecamatan Cipedes dan Kota Tasikmalaya, pengawas pembina kecamatan, hingga perwakilan orang tua siswa.

Baca Juga:UBK Tasikmalaya Salurkan Donasi untuk Korban Banjir di Sumatra dan AcehLPS Mulai Proses Pembayaran Simpanan Nasabah PT BPR Bumi Pendawa Raharja

Ketua K3S Cipedes, Aep Saepul Husna MPd, menyebut K3S Cup menjadi turnamen sepak bola perdana yang diselenggarakan oleh K3S Cipedes.

Menurutnya, turnamen ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan yang direncanakan berkelanjutan.

“K3S Cup ini pertama kali kami selenggarakan dan rencananya akan menjadi agenda tahunan. Kami ingin memberikan wadah bagi siswa untuk beraktivitas, berkompetisi secara sehat, sekaligus membangun karakter melalui olahraga,” ujarnya.

Pelaksanaan K3S Cup, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengarahkan masa jeda pembelajaran pada kegiatan yang produktif.

Melalui olahraga, siswa diharapkan tetap aktif secara fisik sekaligus mendapatkan pengalaman sosial yang memperkuat interaksi antarsekolah.

Dukungan juga datang dari Ketua Igornas Kota Tasikmalaya, Dody Jaenudin SPd. Ia menilai turnamen tersebut sejalan dengan prinsip pembinaan olahraga anak usia dini yang menitikberatkan pada pengayaan pengalaman gerak, bukan semata-mata pencapaian prestasi.

“Anak usia 7 sampai 12 tahun itu masih dalam masa pertumbuhan, sehingga harus banyak pengalaman gerak. Tidak cukup hanya satu cabang olahraga, tetapi perlu diberikan berbagai bentuk permainan, termasuk sepak bola,” katanya.

Baca Juga:Alfaland Group dan Omega Hotel Management Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Aceh TamiangSharp Luncurkan Slogan Global “In Step With Your Future", Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir Sumatra

Menurutnya, kegiatan olahraga berbasis permainan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan ketahanan mental anak. Melalui proses bertanding, siswa belajar menghadapi hasil yang beragam, mulai dari keberhasilan hingga kegagalan, sebagai bagian dari proses belajar.

0 Komentar