RADARTASIK.ID – Banyak pelaku usaha yang sudah berusaha menerapkan strategi digitalisasi UMKM yang efektif, tetapi tetap saja hasilnya tidak kunjung maksimal sehingga membuat sebagian pelaku UMKM mulai mempertanyakan arah digitalisasi yang mereka jalankan.
Melansir dari kanal Link UMKM, tidak sedikit UMKM yang mengira digitalisasi cukup dilakukan dengan membuat akun Instagram atau membuka toko online tanpa memahami bahwa langkah tersebut hanyalah permukaan dari proses yang jauh lebih kompleks.
Digitalisasi bisnis membutuhkan strategi, kesiapan mental, evaluasi berkelanjutan, serta pemahaman bahwa pola pemasaran online memiliki karakter yang berbeda dari metode konvensional.
Baca Juga:Harga Emas Hari Ini Rabu 17 Desember 2025 Terpantau Variatif, Antam Masih Stabil di Tengah Pergerakan PasarHarga Turun Gila-Gilaan, Ini Daftar HP Spek Tinggi yang Kini Lebih Hemat
Salah satu kesalahan terbesar UMKM di tahap awal adalah membuat akun digital tanpa strategi yang jelas sehingga mereka hanya fokus hadir di banyak platform namun tidak tahu tujuan komunikasinya.
Dalam konteks cara mengelola bisnis digital yang benar, pelaku usaha perlu menentukan target pasar, memilih platform yang paling relevan, dan merancang konten sesuai kebutuhan audiens.
Kesalahan berikutnya adalah tidak memahami karakteristik target audiens digital karena perilaku konsumen online cenderung berbeda dari konsumen offline yang sudah mereka kenal sebelumnya.
Penting bagi UMKM untuk melakukan riset kecil mengenai siapa yang aktif di platform digital, bagaimana kebiasaan interaksinya, dan konten apa yang paling mereka minati agar strategi pemasaran lebih tepat sasaran.
Kesalahan ketiga adalah ketidakmampuan menjaga rutinitas konten, sebab sebagian UMKM hanya memposting sesekali sehingga gagal membangun hubungan kuat dengan calon pembeli.
Untuk menghindarinya, pelaku usaha perlu menerapkan tips konsistensi konten online melalui pembuatan kalender konten agar unggahan lebih teratur, relevan, dan konsisten sepanjang bulan.
Kesalahan keempat adalah mengabaikan layanan pelanggan digital karena banyak UMKM yang jarang membalas DM, komentar, atau chat yang sebenarnya berpotensi menghasilkan penjualan.
Baca Juga:Vivo V70 Versi Global Dari Vivo S50: Kamera Periskop dan Performa Gahar SnapdragonKeren! Teknologi Masuk Sawah, Pertanian Berubah Jadi Bisnis Modern Yang Menjanjikan
Dalam era serba cepat seperti sekarang, menerapkan layanan pelanggan digital cepat menjadi keharusan agar konsumen merasa diperhatikan dan lebih yakin dalam melakukan transaksi.
Kesalahan kelima adalah tidak melakukan evaluasi performa digital sehingga konten terus diproduksi tanpa mengetahui mana yang efektif, mana yang harus diperbaiki, dan mana yang sebenarnya tidak memberi dampak.
