Pertanyaan ini menjadi relevan mengingat intensitas tinggi selalu menjadi ciri khas tim asuhan pelatih asal Lecce tersebut.
Kritik kedua berkaitan dengan cara Napoli kehilangan poin.
Biasin menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian normal dari musim panjang, dan klasemen saat ini tidak menunjukkan situasi darurat.
Namun, ia menyoroti kekalahan melawan Udinese, di mana tim Conte terlihat menyerah di babak kedua—sesuatu yang dianggap “tidak sangat Conte”.
Baca Juga:Diperintahkan Pengadilan Bayar Kylian Mbappe 1 Triliun, PSG Akan Ajukan BandingMedia Italia Ungkap Empat Alasan Mengapa AC Milan Wajib Rekrut Thiago Silva
Kritik ketiga menyentuh aspek yang lebih filosofis. Conte kerap berbicara tentang kurangnya “niat jahat”, “karakter”, atau “kelelahan” timnya.
Menurut Biasin, semua itu sah untuk disampaikan, tetapi analisis Conte dinilai sering menghindari satu elemen penting: permainan itu sendiri.
Aspek taktik dan kualitas permainan, kata Biasin, jarang menjadi fokus utama dalam evaluasi sang pelatih.
Situasi Napoli jelang laga semifinal Piala Super Italia melawan AC Milan bisa dibilang cukup kompleks, antara harapan dan kehati-hatian.
Kabar terbesarnya tentu soal Romelu Lukaku. Striker asal Belgia itu sudah ikut terbang ke Riyadh bersama skuad Napoli setelah hampir empat bulan absen akibat cedera robekan serius pada otot rektus femoris paha kiri.
Lukaku telah kembali berlatih penuh usai laga melawan Udinese, sehingga secara medis ia dinyatakan pulih.
Namun, kondisi fisiknya belum 100 persen, membuat Antonio Conte bersikap sangat hati-hati.
Kemungkinan besar, Lukaku tidak langsung menjadi starter saat menghadapi Milan.
Baca Juga:Legenda Liverpool Ramal Enzo Maresca Akan Tinggalkan Chelsea: Kritik Terbuka ke Pemilik dan Direktur OlahragaDaftar Enam Pemain Milan Futuro yang Dipanggil Allegri untuk Piala Super Italia: Ada Nama Anak Ibrahimovic
Opsi paling realistis adalah ia memulai laga dari bangku cadangan, atau bahkan hanya masuk daftar pemain sebagai bagian dari manajemen skuad.
Conte justru menargetkan Lukaku bisa tampil lebih signifikan jika Napoli lolos ke final pada 22 Desember.
Meski begitu, kehadirannya saja sudah memberi dorongan mental besar bagi tim, terutama di tengah krisis produktivitas di lini depan.
Secara performa, Napoli datang ke laga ini dengan masalah di lini depan.
Mereka gagal mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir di Serie A dan Liga Champions, situasi yang membuat Conte membutuhkan sosok target man sekaligus pemantul bola seperti Lukaku.
