Pengalaman sebagai pekerja kandang di Sinatria Farm membuka perspektif baru tentang potensi ekonomi sektor peternakan.
Pilihan karier yang awalnya diragukan justru menemukan relevansi di tengah meningkatnya isu ketahanan pangan nasional.
Peternakan domba dan kambing dipandang sebagai bisnis sepanjang hayat dengan nilai ekonomi dan sosial yang kuat.
Baca Juga:Samsung Galaxy A17 Turun Harga, Sekali Beli Bisa Dipakai 6 Tahun, Masih Jadi Incaran di Akhir Tahun 2025Oppo Pad SE: Tablet 2 Jutaan Yang Support Untuk Aktivitas Harian Dan Hiburan
Agar usaha tetap bertahan, peternak dituntut jeli membaca peluang di luar aktivitas on-farm konvensional.
Kolaborasi antarpeternak dan lintas sektor menjadi kunci menjaga konsistensi dan keberlanjutan usaha.
Saat ini Bodogol Farm fokus mengembangkan hilirisasi usaha peternakan berkelanjutan melalui pengolahan limbah ternak.
Produk seperti pupuk fermentasi dan nutrisi ternak dikemas sebagai komoditas bernilai jual tinggi.
Langkah ini sekaligus menjadikan limbah sebagai sumber pendapatan tambahan yang ramah lingkungan.
Ke depan, pengembangan olahan daging domba juga disiapkan untuk memperkuat daya tarik wisata edukasi.
Pendampingan dari Dinas Peternakan terus memperkuat kapasitas usaha dari aspek kesehatan dan manajemen ternak.
Baca Juga:Realme P4X 5G Diperkenalkan, Andalkan Layar 144 Hz dengan Dimensity 7400 UltraSembilan Panduan Cerdas Investasi Emas agar Tetap Untung Meski Harga Naik Turun
Dengan visi kemandirian dan kemanfaatan sosial, Bodogol Farm membuktikan bahwa kandang bisa menjadi pusat ekonomi desa.
