RADARTASIK.ID – Industri aset digital di Tanah Air kembali mencatatkan capaian positif. Transaksi kripto Indonesia capai Rp49 triliun sepanjang Oktober 2025, menandai kuatnya minat masyarakat terhadap investasi kripto meski pasar global masih dibayangi ketidakpastian ekonomi.
Angka ini menjadi sinyal bahwa ekosistem kripto nasional terus berkembang dan berpotensi memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang menuju tahun 2026.
Berdasarkan data resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi kripto nasional tercatat sebesar Rp49,28 triliun pada Oktober 2025.
Baca Juga:Tiga Fitur Resmi DANA yang Bisa Bikin Kamu Klaim Saldo Gratis Rp400.000Cara Main Aplikasi Penghasil Uang 2025 Ball Sort untuk Klaim Saldo DANA Gratis Rp547.000, Cuan Tanpa Modal
Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan aset digital tetap bergairah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar kripto terbesar di Asia Tenggara.
Jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, lonjakan nilai transaksi ini mencerminkan peningkatan terhadap aset digital.
Meski harga kripto dikenal fluktuatif, investor lokal tampaknya semakin memahami karakteristik risiko dan peluang di pasar kripto.
Prospek industri kripto Indonesia 2026 dinilai semakin menjanjikan karena didukung oleh meningkatnya literasi keuangan digital.
Di tengah meningkatnya volume transaksi kripto Indonesia, exchange lokal masih menjadi pilihan utama masyarakat. S
alah satu pemain terbesar berhasil mencatatkan pangsa pasar di atas 40 persen, menegaskan kuatnya dominasi platform dalam negeri di pasar aset digital.
Pada Oktober 2025, volume transaksi di salah satu exchange kripto terbesar mencapai lebih dari Rp22 triliun.
Baca Juga:Rebutan Lagi! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp622.000 dari DANA Kaget Sore Ini Tanpa RibetPasar Kripto Hari Ini 14 Desember Bergerak Tak Terduga! Bitcoin Melemah Tipis, Ethereum dan BNB Justru Menguat
Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan tersebut mengindikasikan adanya pemulihan pasar yang signifikan setelah fase koreksi yang sempat terjadi.
Salah satu faktor kunci yang mendorong transaksi kripto Indonesia capai Rp49 triliun adalah meningkatnya literasi digital masyarakat.
Informasi mengenai blockchain, aset kripto, dan manajemen risiko kini semakin mudah diakses melalui berbagai kanal, mulai dari media online hingga program edukasi resmi.
Menuju 2026, regulasi menjadi faktor penting dalam menentukan prospek industri kripto Indonesia 2026.
Pengawasan yang lebih ketat dari otoritas diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang sehat dan transparan.
Dengan adanya regulasi yang jelas, investor ritel maupun institusi akan merasa lebih aman untuk berpartisipasi di pasar kripto.
