Meski begitu, Wahid menilai mekanisme pemilihan gubernur—baik oleh DPRD maupun rakyat—tidak serta-merta memengaruhi hubungan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota.
Ia menegaskan kunci utamanya terletak pada komunikasi dan koordinasi.
“Dipilih oleh siapa pun, hubungan gubernur dengan bupati dan wali kota tetap tergantung pada komunikasi dan koordinasi yang baik,” ucapnya.
Wahid juga menegaskan sikapnya sebagai kader partai. Ia menyatakan akan patuh terhadap keputusan partai politik terkait wacana tersebut.
Baca Juga:DKK Kota Tasikmalaya Satukan Seni dan Budaya, Bidik Generasi Z Lewat Kolaborasi KekinianPulang Dini Hari, Dua Pelajar di Kota Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor
“Mau dipilih oleh DPRD atau oleh masyarakat, bagi saya bebas saja. Kalau itu keputusan partai, tentu kami akan taat dan patuh,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
