RADARTASIK.ID – Juventus membawa pulang tiga poin yang sangat berharga dari markas Bologna dini hari tadi.
Kemenangan 1-0 pada laga tunda pekan ke-15 Serie A itu mungkin tidak lahir dari performa yang spektakuler, namun hasil akhirnya menjadi hal terpenting bagi tim asuhan Luciano Spalletti dalam persaingan papan atas klasemen.
Gol tunggal Juan Cabal menjadi penentu kemenangan Bianconeri di Stadion Dall’Ara.
Baca Juga:Mantan Pemain Juventus Sarankan Kenan Yildiz Pelajari Sejarah Del Piero: Hal Terpenting Adalah Mencetak GolBrocchi dan Luca Toni Tak Setuju Legenda Juventus Anggap Lautaro Selevel dengan Mbappe dan Haaland
Bek yang baru masuk sebagai pemain pengganti itu mencetak gol kurang dari setengah jam jelang laga usai, tepat setelah menggantikan Andrea Cambiaso yang tampak frustrasi saat ditarik keluar.
Bagi Cabal, gol tersebut merupakan yang pertama musim ini, dicetak pada penampilan keenamnya di Serie A dan kesembilan di semua kompetisi.
Kemenangan ini juga membuat Juventus menyalip Bologna di klasemen sementara dan naik ke peringkat kelima, hanya terpaut satu poin dari AS Roma yang berada di posisi keempat dan masih memiliki satu laga tersisa melawan Como.
Dalam konteks perebutan tiket kompetisi Eropa, raihan tiga poin ini jelas bernilai sangat penting bagi Nyonya Tua.
Meski demikian, sorotan tajam justru mengarah ke lini depan Juventus, khususnya kepada Jonathan David.
Penyerang asal Kanada itu tampil sebagai starter, tetapi gagal memberi dampak signifikan.
Media Italia, Calciomercato, bahkan memberinya nilai 5,5, menilai David cukup terlibat dalam permainan, namun nyaris selalu salah dalam mengambil keputusan di momen-momen krusial.
Baca Juga:Media Italia: Inter Siapkan Tawaran Resmi untuk Mario Gila dan Bek Muda KroasiaAC Milan: Tim yang Selalu Gagal Menjaga Puncak Klasemen karena Tersandung Tim Promosi
“Ini adalah salah satu pertandingan di mana ia terlihat lebih terlibat dan lebih ‘hidup’ dalam permainan,” tulis Calciomercato.
“Namun kemudian ia hampir selalu gagal dalam pilihan-pilihan menentukan, terutama di sepertiga akhir lapangan, yang biasanya menjadi pembeda dalam sebuah pertandingan,” lanjutnya.
Situasi tersebut semakin kontras ketika Spalletti memasukkan Lois Openda pada menit ke-60.
Openda langsung memberi dampak nyata, terlibat dalam proses gol Cabal dan memaksa bek Bologna, Heggem, menerima kartu merah.
Tak heran jika Openda mendapat nilai 6,5, sebuah penampilan sebagai pemain pengganti yang disebut-sebut sebagai tantangan terbuka terhadap hierarki penyerang utama Juventus.
