Polres Pangandaran Masih Dalami Dugaan Tindak Kekerasan Oknum Kepsek Ngamar kepada Lima Anak Gadis

kepsek ngamar di pangandaran
Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, melakukan observasi terhadap lima anak gadis yang diduga jadi korban tindak kekerasan di Pangandaran. (IST0
0 Komentar

Epi menambahkan, pihaknya menerima informasi dari kepolisian dan langsung berkoordinasi dengan pimpinan daerah serta instansi terkait.

Tim UPTD PPA kemudian diterjunkan ke Pangandaran untuk melakukan pendampingan terhadap korban selama proses pemeriksaan.

“Kami hadir untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan yang layak, baik secara fisik maupun psikologis, serta memastikan orang tua terlibat dalam setiap tahapan pemeriksaan,” bebernya.

Baca Juga:Benarkah Ada Peran "Ketua Para Pemuda" di Balik Proyek Padel Bermasalah Kota Tasikmalaya!Jalan Panjang Unsil Tasikmalaya Menuju Fakultas Kedokteran Akan Dimulai!

Setelah proses pemeriksaan awal selesai, kelima anak dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk beristirahat dan pemulihan. Secara umum, kondisi kesehatan korban dilaporkan stabil, meskipun tetap membutuhkan pendampingan lanjutan.

“Trauma tentu ada, namun saat pendampingan anak-anak masih bisa berkomunikasi dan beraktivitas secara wajar. Pendampingan psikologis tetap kami siapkan,” tambahnya.

Dari sisi pendidikan, Epi menyebutkan tiga anak diantaranya telah putus sekolah, sementara dua lainnya masih berstatus siswa SMP di Kota Tasikmalaya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut.

UPTD PPA Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para korban hingga proses hukum selesai, termasuk pada tahap penuntutan dan persidangan.

“Prinsip kami adalah memastikan perlindungan dan pemulihan anak, tanpa saling klaim kewenangan, dan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi korban,” pungkas Epi. (den/rez)

0 Komentar